Penegakkan UU Narkotika

Ternyata Ini Maksud Pemerintah Mengubah Status Obat-obatan yang Mengandung Carisoprodol

Menurut Akhmad Yani, Kabid Farmasi Dinkes Kalsel, perubahan gol 1 dari obat yang dimaksud ke narkoba sudah dikaji

Ternyata Ini Maksud Pemerintah Mengubah Status Obat-obatan yang Mengandung Carisoprodol
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menurut Akhmad Yani, Kabid Farmasi Dinkes Kalsel, perubahan gol 1 dari obat yang dimaksud ke narkoba sudah dikaji tim BPOM guna memberikan efek jera karena banyaknya penyalahgunaan

"Ya, semua merk obat yang mengandung carisoprodol dicabut izin edarnya (illegal) karena banyaknya penyalahgunaan. Khasiat carisoprodol sebenarnya masih diperlukan untuk obat tulang (mengurangi sakit). Namun karena penyalahgunaan tadi akhirnya dilarang," jelas dia.

Menurut dia, sejatinya sudah lama dalam obat-obatan itu dijual terbatas dan dilarang.

Baca: Ini 10 Produk Obat Mengandung Carisoprodol yang Masuk Golongan Narkotika

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dijawab Kartika Putri, Jika Tidak Tahu Lebih Baik Diam

Baca: Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dijawab Kartika Putri, Jika Tidak Tahu Lebih Baik Diam

"Sejak illegal itu mulai 2015. Jadi apotek sudah tahu dan tidak digunakan lagi di fasilitas pelayanan dan kesehatan. Namun kalau yang masuk golongan 1 baru saja, dan ini makin dipertegas, " kata dia.

Terpisah, HM Muslim, Kadinkes Kalsel, membenarkan bahwa soal alih golongan untuk obat obatan tersebut.

"Hasil kajian empirik menunjukkan masalah seperti yang disebutkan di atas, sehingga turunnya PMK No.7 2018. Hal itu untuk penanganan yang lebih optimal," kata dua.

Untuk lebih mensosialisasikan, kata Muslim, pihaknya akan melakukan sosialisasi.

"Sosialisasi termasuk memberikan surat edaran," kata dia.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help