Berita Banjarbaru

Begini Nasib Riati, 'Kembang' Lokalisasi Pembatuan Pascapersidangan

Sidang kasus PSK Pembatuan di Pengadilan Negeri Kota Banjarbaru, hasil putusan sidang jalani hukuman penjara satu bulan

Begini Nasib Riati, 'Kembang' Lokalisasi Pembatuan Pascapersidangan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Penghuni lokalisasi pembatuan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sidang kasus PSK Pembatuan di Pengadilan Negeri Kota Banjarbaru, hasil putusan sidang jalani hukuman penjara satu bulan yang tidak perlu dijalani dengan masa percobaan tiga bulan.

Nasib itu harus diterima oleh Riati, Kembang di Jalan Kenanga, Jalan Landasan Ulin Timur.

Sebelum terciduk, dalam sehari Riati bisa empat kali layani tamu.

Bahkan tarif yang dia patok lebih mahal daripada PSK lainnya.

Baca: Gatot Nurmantyo Jawab Puisi Sukmawati Berjudul Ibu Pertiwi? Adzan di Seluruh Penjuru Nusantara

Baca: Parodi Puisi Viral Sukmawati Karya Warganet ini Bikin Ngakak, Lihat Ekspresi Pembacanya

Baca: Isi Lengkap Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Disebut Mengandung SARA, Singgung Cadar dan Adzan

Bila umumnya PSK di eks lokalisasi pembatuan bertarif Rp 150 ribu, Riati mematok tarif Rp 200 ribu.

Riati, PSK kelahiran Malang ini masih berusia 28 tahun.

" Dia (Riati) sudah jalani sidang," kata Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui Penyidik satpol PP Yanto Hidayat kepada Reporter Banjarmasinpost.co.id.

Saat penangkapan Riati, petugas mengamankan handuk warna hijau, tisu, kondom sutra, bantal motif bunga, gantungan baju sebagai barang bukti.

(BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help