Berita Tanahlaut

Puluhan Pekerja Industri Air Dalam Kemasan Terancam Menganggur, Ini Penyebabnya

Aparat Kepolisian Resor Tanahlaut dan personel Kodim 1009 Pelaihari bersiaga di sekitar lokasi pergudangan, Rabu (4/4/2018).

Puluhan Pekerja Industri Air Dalam Kemasan Terancam Menganggur, Ini Penyebabnya
Istimewa
Konsentrasi massa dari keluarga pekerja yang diputus kontrak memenuhi pintu masuk pergudangan industri air minum dalam kemasan PT Sariguna Primatirta Plan Banjarmasin di Jalan Nasional Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (4/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Puluhan pekerja di pergudangan industri air minum dalam kemasan merek Cleo di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, resah.

Aparat Kepolisian Resor Tanahlaut dan personel Kodim 1009 Pelaihari bersiaga di sekitar lokasi pergudangan, Rabu (4/4/2018).

Itu untuk mengantisipasi kerawanan atau tindakan anarkis dari para pekerja yang diputus kontrak kerjanya tanpa mendapat kejelasan pesangon ataupun tali asih, belasan tahun bekerja.

Mereka terancam menganggur karena tidak menandatangani perjanjian kerja waktu tertentu yang diminta perusahaan penyedia pekerja, PT Berkah Lancar Abaditama dengan batas waktu 26 Maret 2018 lalu.

Akibat pemutusan kontrak kerja itu, puluhan pekerja tak diperbolehkan masuk areal pergudangan. Ini membuat para pekerja dan keluarganya meminta penjelasan dengan manajemen PT Sariguna Primatirta selaku pemakai jasa PT Berkah Lancar Abaditama (BLA)

Konsentrasi pekerja bubar setelah, dua kepala desa bertindak selaku perwakilan keluarga pekerja yang mengalami pemutusan kontrak perjanjian kerja waktu tertentu.

Informasi yang dihimpun Banjarmasinpost.co.id, dua kepala desa di Kecamatan Tambangulang bertindak mewakili keluarga pekerja, berupayaencarikan jalan tengah dengan manajemen perusahaan penyedia pekerja.

Padahal, Kepala Desa Gunungraja, Samsiar dan Kepala Desa Pulausari, Mad Asyari hanya memohon agar para pekerja dapat dipekerjakan kembali di areal lokasi industri air dalam kemasan yang dikelola PT Sariguna Primatirta Plan Banjarmasin.

Kepala Desa Gunungraja, Samsiar mengaku tidak tuntas mengikuti proses mediasi dengan pihak perusahaan. Itu karena dialog dalam pertemuan itu tidak menemukan titik terang nasib warganya.

"Kami ingin pihak perusahan melakukan kebijakan status pekerja dan pihak perusahaan sepertinya menerapkan aturannya. Saya terpaksa keluar dari ruang mediasi karena kecewa," katanya.

Para pekerja yang terancam menganggur itu berasal dari Desa Pulausari, Desa Gunungraja, Desa Malukabaulin, Desa Bengkulu sekitar ring 1 hingga ring 3 PT Sariguna Primatirta Plan Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help