Berita Kotabaru

Pungutan Parkir Tempat Umum di Kotabaru, Kepala BPPRD Tegaskan Tanpa Karcis Namanya Pungli!

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kotabaru Hairul Aswandi akhirnya angkat bicara

Pungutan Parkir Tempat Umum di Kotabaru, Kepala BPPRD Tegaskan Tanpa Karcis Namanya Pungli!
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
(Ilustrasi) Siring Laut Kotabaru, Senin (5/2/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kotabaru Hairul Aswandi akhirnya angkat bicara soal polemik pengelolaan parkir di jalan umum dan lokasi khusus seperti, pasar, siringlaut dan rumah sakit.

Aswandi bukan hanya menegaskan pengelolaan parkir tidak boleh dilelangkan atau dikerja samakan dengan pihak kedua, karena tidak diatur dalam peraturan daerah nomor 3 tahun 2012 tentang retribusi umum.

Ditemui banjarmasinpost.co.id saat keluar ruang Sekretaris Daerah, Aswandi juga dengan gamblang mengatakan, pengelolaan parkir wajib menggunakan karcis yang sudah diporporasi.

Baca: Kidung Disebut Sukmawati Soekarnoputri Ternyata Alunan Lagu Bernuansa Mistis yang Bikin

Baca: Begini Metode Cuci Otak Dokter Terawan Terhadap Pasien Stroke yang Dipermasalahkan IDI

Pengelola parkir wajib memberikan karcis kepada pengguna jasa setiap parkir, karena karcis bukan hanya alat bukti. Namun alat transaksi yang sah untuk pengelolaan jasa tersebut.

"Wajib memberikan karcis. Bila tidak menggunakan karcis itu pungli (pungutan liar) namanya," jelas Aswandi.

Disinggung kewenangan percetakan karcis, Aswandi menambahkan, percetakan karcis bukan menjadi tanggung jawab instansinya.

Pencetakan karcis dilakukan instansi terkait pengelolaan parkir. "Kalau kami mencetak mana anggarannya. Instansi masing-masing yang mencetak. Mereka punya anggatan. Selesai dicetak, kami hanya memporporasikan," ucapnya.

Selain menjadi alat transaksi yang sah, karcis juga sebagai pengontrol pendapat di sektor jasa tersebut.

"Misalnya yang diporporasi 20 ribu. Pendapatan yang disetorkan harus sebesar itu. Pendapatan disetorkan ke kas daerah, bukan ke kami. Kami paling mengecek apakah sudah sesuai yang disetorkan," tandasnya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved