NEWSVIDEO

Tungro Serang Lahan Persawahan di Kecamatan Beruntung Baru

"Lihat padi ini daunnya menguning dan akarnya membusuk. Tanaman padi ini nanti kerdil nggak mau besar dan tidak mau berbuah"

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Poniran (40) menatap risau ke arah lahan sawah seluas 30 borong miliknya. Warga Kampung Baru Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar itu mencabut serumpun padi yang terlihat daunnya menguning.

"Lihat padi ini daunnya menguning dan akarnya membusuk. Tanaman padi ini nanti kerdil nggak mau besar dan tidak mau berbuah," ujar Poniran.

Ya, saat ini serangan Tungro tengah melanda padi di desa-desa Kecamatan Beruntung Baru. Berbagai cara telah diupayakan warga untuk menghentikan serangan Tungro. Namun, usaha mereka tiada hasil.

Menurut Poniran, Dia sudah melakukan beragam cara untuk menghentikan serangan tungro dengan memberikan obat termasuk garam. Tapi, tidak ada hasil.

PPL juga tidak mengetahui cara untuk mengatasi serangan tungro yang kali ini terbilang parah.

"Bingung sekali saya mengatasinya gimana. Tanya PPL juga tidak tahu. Saya berapapun obatnya saya beli asal tanaman padi saya bisa diselamatkan. Yang ada ini sudah kita coba tetapi gagal," katanya.

Serangan Tungro di Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar benar-benar mengkhawatirkan. Sedikitnya, serangan tungro telah menyebar di delapan desa.

Camat Beruntung Baru, Agus Muslim mengatakan, saat ini warganya yang 90 persen hidup dari petani benar-benar risau menyusul serangan tungro.

Saat ini, penyebaran tungro terus meluas. Sekitar 40 persen sawah di Beruntung Baru sudah terserang tungro.

Dia merinci saat ini Tungro sudah menyerang sawah di Desa Jambu Raya, Handil Purai, Babirik, Salat Makmur, Kampung Baru, Haur Kuning, lawahan serta Jambu burung.

"Dari 12 Desa saat ini yang terpantau kami ada delapan desa yang sudah terserang tungro," ujar Agus Salim.

Menurutnya, serangan tungro ini jelas akan berpengaruh terhadap produksi padi Beruntung Baru.

Secara langsung, ini juga berpengaruh terhadap perekonomian warga karena 90 persen penduduk di Beruntung Baru hidup dari bertani.

"Kami berharap ada upaya untuk mengatasi serangan tungro ini. Setidaknya, jangan sampai meluas lagi. Saat ini, sudah 40 persen sawah terserang dan kami khawatir bakal semakin meluas,"katanya.(Banjarmasinpost.co.id/Hari Widodo)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help