Serambi Ummah

Apa Hukum Mengenakan Fashion dari Kulit Binatang Buas, Ternyata Ada Ulama Membolehkan Ada Melarang

Lantas, apakah boleh mengenakan item fashion dari bahan kulit binatang buas dan bagaimana menurut Islam?

Apa Hukum Mengenakan Fashion dari Kulit Binatang Buas, Ternyata Ada Ulama Membolehkan Ada Melarang
mirror
Harimau yang terlihat sering mengaum di kawasan hutan Kotwali Mohammadi, India Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Item fashion berbahan kulit hewan, seperti kulit ular, buaya, harimau banyak digunakan sebagai bahan tas, dompet, ikat pinggang, sepatu dan sebagainya.

Lantas, apakah boleh mengenakan item fashion dari bahan kulit binatang dan bagaimana menurut Islam?

Anggota Komisi Fatwa MUI Kalsel, KH Gazali Mukeri mengatakan, hukum Item fashion seperti sepatu, baju, tas, ikat pinggang, dompet dan sebagainya yang berbahan kulit hewan ditentukan berdasarkan jenis hewan yang menjadi sumber pengambilan kulit tersebut.

Dapat dikategorikan kepada 4 jenis, yakni pertama, hewan yang boleh dikonsumsi dan disembelih secara syar'i.

Ulama sepakat bahwa kulitnya suci dan dapat dugunakan untuk fashion baik setelah disamak atau belum, seperti kulit sapi, kambing, kelinci dan sebagainya.

Baca: Manfaat Membaca Surah Yasin, Alwaqiah, Almulk dan Alkahfi Menurut Ustadz Abdul Somad

Kedua, hewan yang halal dikonsumsi tetapi tidak disembelih sesuai syariat.

Kulitnya dihukumkan najis kerena statusnya bangkai, namun terangkat hukum najisnya dan menjadi suci setelah disamak sehingga boleh digunakan.

Ibnu Abbas ra berkata : "kami bertanya kepada Rasulullah saw tentang kambing yang disembelih oleh orang majusi? Beliau menjawab :" kulitnya suci setelah disamak" (HR. Muslim :366).

Ketiga, hewan buas seperti singa, macan, serigala, beruang dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help