Berita Banjarmasin

Begini Hukum Mengenakan Pakaian atau Fashion dari Bahan Kulit Hewan

Hukum mengenakan fashion dari kulit hewan ditentukan berdasarkan jenis hewan yang jadi sumber kulit tersebut.

Begini Hukum Mengenakan Pakaian atau Fashion dari Bahan Kulit Hewan
yayu fathilal
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Mengenakan item fashion berbahan kulit hewan, seperti kulit ular, buaya, harimau yang digunakan sebagai bahan tas, dompet, ikat pinggang, sepatu dan sebagainya.

Anggota Komisi Fatwa MUI Kalsel, KH Gazali Mukeri mengatakan, hukum Item fashion seperti sepatu, baju, tas, ikat pinggang, dompet dan sebagainya yang berbahan kulit hewan ditentukan berdasarkan jenis hewan yang menjadi sumber pengambilan kulit tersebut.

Hal ini dapat dikategorikan kepada 4 jenis, yakni pertama, hewan yang boleh dikonsumsi dan disembelih secara syar'i. Ulama sepakat bahwa kulitnya suci dan dapat dugunakan untuk fashion baik setelah disamak atau belum, seperti kulit sapi, kambing, kelinci dan sebagainya.

Baca: Jadwal dan Live Streaming MotoGP 2018 Argentina Free Practice Hingga Balapan, Rossi Sampai 50 Tahun?

Baca: Deddy Corbuzier Acungkan Kelingking ke Lucinta Luna, Sindiran Pedas Dibandingkan Bunda Dorce

Kedua, hewan yang halal dikonsumsi tetapi tidak disembelih sesuai syariat. Kulitnya dihukumkan najis kerena statusnya bangkai, namun terangkat hukum najisnya dan menjadi suci setelah disamak sehingga boleh digunakan.

Ibnu Abbas ra berkata : "Kami bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kambing yang disembelih oleh orang majusi? Beliau menjawab :" kulitnya suci setelah disamak" (HR. Muslim :366).

Ketiga, hewan buas seperti singa, macan, serigala, beruang dan sebagainya. Kulitnya najis, sama halnya telah menjadi bangkai, disembelih atau dibunuh.

Tapi ulama berbeda pendapat tentang hukumnya setelah disamak, antara halal dan haram digunakan. Dari Al-Miqdam bin Ma'di kariba berkata : " Nabi SAW melarang memakai kulit hewan buas dan dijadikan alas duduk di atas kenderaan (HR. Abu Daud :4131).

Sebagian ulama memahami larangan hadits ini apabila belum disamak. Yang lain mengatakan, larangan ini disebabkan adanya maksud menyombongkan diri dan gaya hidup glamor.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Atletico Madrid vs Sporting CP Malam Ini Di Perempat Final Liga Eropa

Keempat, hewan tidak buas yang tidak boleh dikonsumsi, seperti gajah, keledai, monyet dan sebagainya. Kulitnya najis, sama halnya sudah jadi bangkai, disembelih atau dibunuh.

Namun ulama berbeda pendapat tentang hukum menggunakan kulitnya setelah disamak. Jumhur atau mayoritas ulama mengatakan boleh, berdalih kepada hadits riwayat Imam Muslim dan At-Tirmidzi :

" Kulit hewan apabila disamak maka menjadi suci". Pendapat yang lain berpandangan itu hanya berlaku pada hewan yang halal dimakan. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help