Bisnis Tekno

Mark Zuckerberg Mulai Buka-bukaan, 'Facebook Intip Setiap Pesan di Messenger'

Pesan yang dimaksud dalam hal ini termasuk link atau tautan dan foto/gambar yang dikirim lewat platform Messenger.

Mark Zuckerberg Mulai Buka-bukaan, 'Facebook Intip Setiap Pesan di Messenger'
Android Central
Facebook Messenger 

Perlu diketahui memang para aktivis HAM dunia menyalahkan Facebook sebagai platform yang digunakan untuk menyebar propaganda terkait krisis Rohingya. Meski tindakan Facebook mematai-matai pesan pengguna Messenger ini dilatarbelakangi oleh niat baik, tapi ini sangat bertentangan dengan Hak Azasi Manusia terkait privasi pengguna.

Kendati demikian, juru bicara Facebook Messenger mengatakan pemindaian ini tidak dilatarbelakangi oleh kepentingan bisnis melainkan agar pengguna bisa mengikuti aturan konten yang dibuat oleh Facebook. Hasil pemindaian pesan ini pun dipastikan bukan untuk kepentingan iklan. "Facebook menggunakan mesin otomatis.

Misalnya saat Anda mengirim foto, kami memindai dengan mesin pencocok gambar sehingga bisa mengetahui apakah gambar tersebut terkait eksploitasi anak atau bukan. Kami juga memindai untuk mengetahui apakah ada virus atau malware pada gambar tersebut," ungkap juru bicara Facebook Messenger.

Facebook Messenger diketahui memiliki jumlah pengguna yang cukup besar, meski tak sebesar platform pesan instan lainnya milik Facebook yakni WhatsApp. Sejatinya Facebook Messenger juga memiliki fitur keamanan enkripsi data seperti pada WhatsApp. Namun fitur ini tidak aktif secara default.

Pengguna bisa menghidupkan atau mematikan fitur ini sesuai keinginan. Facebook Messenger Lite Facebook Messenger pada awalnya memang menjadi satu kesatuan dengan Facebook. Namun pada 2014 silam layanan dipisahkan dari Facebook dan menjadi layanan mandiri.

Facebook pun beberapa waktu belakangan ini diketahui memata-matai penggunanya. Ini berawal dari kejadian bocornya lebih dari 50 juta data pengguna Facebook yang digunakan untuk kampanye Donald Trump.

Bahkan pekan lalu, sebanyak tiga pengguna Facebook Messenger melaporkan kejadian ini pada pihak berwajib. Mereka menuntut Facebook karena dianggap telah menyalahi aturan tentang kebijakan privasi dan perlindungan data pengguna.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help