Berita Internasional

Austria akan Melarang Jilbab bagi Anak-anak Perempuan di Bawah Usia 10 tahun, Ini Tujuannya

Koalisi baru pemerintahan di Austria mengusulkan larangan pemakaian hijab untuk anak-anak perempuan yang berusia di bawah 10 tahun

Austria akan Melarang Jilbab bagi Anak-anak Perempuan di Bawah Usia 10 tahun, Ini Tujuannya
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Anak TK sangat antusias mengikuti latihan manasik haji 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Beralasan ingin melindungi anak-anak dari pengaruh Islam, koalisi baru pemerintahan di Austria mengusulkan larangan pemakaian hijab untuk anak-anak perempuan yang berusia di bawah 10 tahun di berbagai sekolah.

Dilansir BBC Indonesia.com, menurut menteri pendidikan, larangan itu akan dicakup dalam "undang-undang perlindungan anak" yang akan dibahas musim panas mendatang, dan akan menjadi "undang-undang simbolik" dalam melindungi budaya Austria dari pengaruh Islam.

Berbagai kelompok, lembaga dan tokoh Islam di Austria menyebut rencana itu "benar-benar kontraproduktif".

Mereka menegaskan bahwa anak-anak perempuan yang mengenakan hijab di taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Austria jumlahnya sedikit.

Baca: Manfaat Membaca Surah Yasin, Alwaqiah, Almulk dan Alkahfi Menurut Ustadz Abdul Somad

Baca: Raja Tambang Kalimantan H Isam Datangkan Habib Syech untuk Acara Haul Ibunya

Belum diketahui jelas berapa banyak anak yang mungkin terdampak dengan aturan ini, terutama karena banyak kalangan Muslim yang meyakini bahwa Islam mewajibkan anak perempuan untuk mengenakan hijab mulai masa pubertas.

Kanselir Austria Sebastian Kurz dari Partai Rakyat berhaluan kanan-tengah mengatakan kepada Radio ORF: "Tujuan kami adalah untuk menghadapi tumbuhnya masyarakat paralel -yang hidup terpisah- di Austria."

Partai Kurz yang konservatif itu memenangkan pemilihan tahun lalu dengan kampanye tentang tindakan keras ihwal imigrasi. Masalah ini memanas setelah Austria menerima pencari suaka dalam jumlah hampir 2% dari 8,7 juta penduduknya selama krisis imigran di Eropa.

Wakil Kanselir Heinz Christian Strache, dari mitra koalisi Partai Kebebasan yang berhaluan kanan mengatakan dalam unggahan Facebook bahwa pemerintah ingin melindungi anak-anak perempuan itu dari politik Islam.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved