Berita Banjarmasin

Awal Mei Diprediksi Mulai Masuk Musim Kemarau Bupati Diminta Waspada, Ini Kata BPBD Kalsel

Awal musim kemarau ini, diperkirakan pada awal bulan Mei, dan puncaknya musim kemarau itu pada Juli sampai Oktober.

Awal Mei Diprediksi Mulai Masuk Musim Kemarau Bupati Diminta Waspada, Ini Kata BPBD Kalsel
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin 

BANJARMASIN POST.CO.ID-BANJARMASIN - Awal musim kemarau ini, diperkirakan pada awal bulan Mei, dan puncaknya musim kemarau itu pada Juli sampai Oktober. Ini bergeser pada satu bulan lebih cepat. Biasanya angin kencang sering terjadi dan hujan yang deras muncul di cuaca transisi ini.

"Curah hujan itu ekstrem diiringi angin kencang. Sehingga banyak terjadi puting beliung dan Banjir," kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, ke Banjarmasinpost.co.id, Jumat (6/4/2018).

Pada saat ini, sambung Wahyuddin, untuk daerah yang masih terjadi banjir yakni di dua kabupaten yakni Tabalong dan HSU.

Baca: Manfaat Membaca Surah Yasin, Alwaqiah, Almulk dan Alkahfi Menurut Ustadz Abdul Somad

Karena curah hujan ekstrem sangat deras. kedati demikian, pada bulan April 2018 ini sudah mempersiapkan mulai dari personil peralatan dan sistem komunikasi untuk juga memersiapkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk Status dari hasil rapat koordinasi kemarin, status akan dinaikkan mulai 1 Mei hingga 31 Oktober. Nah pada ini juga sudah ada surat peminjaman heli dan pesawat hujan buatan. Mengapa harus mulai dari sekarang? karena memang pengiriman pesawat memerlukan waktu. Supaya pada saat musim puncak sarana prasarana betul betul siaga dam tidak dadakan. Ini bukti keseriusan Pemprov dalam mempersiapkan kesiasagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan," kata Wahyuddin.

Baca: Ini Spesifikasi Buroq yang Membawa Nabi Muhammad Saat Isra Mikraj Menurut Ustad Adi Hidayat

Untuk itu, sambungnya, diminta bupati walikota untuk mengikuti pula agar penetapan status siaga daruratnya menyesuasikan dengan provinsi. "Mei diperkirakan akan panen padi. Pada saat itu yang perlu diwaspadai," kata dia.

Tanggal 26 April akan dilakukan Apel Besar kesiapsiagaan penanggulangan becana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Juga potensi kerawanan kebakaran lahan gambut juga menjadi sorotan. Untuk itu kepada satuan satuan, relawan dan organisasi kemasyarakat supaya juga menyiapkan personil maupun peralatan dalam rangka kesiap siagaan untuk dipersiapkan ketika apel," kata Wahyuddin. (banjarmasinpost.co.id/huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved