Techno

Inilah Wangiri: Penipuan Berkedok Missed Call Nomor Luar Negeri, Istilah Awalnya dari Jepang

Berdasarkan dari awalan kode negaranya, nomor-nomor ini ditengarai berasal dari Kongo,elgia, hingga Afrika. Kejadian serupa terjadi di Selandia Baru.

Inilah Wangiri: Penipuan Berkedok Missed Call Nomor Luar Negeri, Istilah Awalnya dari Jepang
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ilustrasi 

Laporan Newshub.co.nz menyebutkan, pada awal 2017 lalu masyarakat di sana "diteror" berkali-kali oleh panggilan tak terjawab alias missed call dari luar negeri.

Bahkan, menurut laporan, "teror" tersebut bisa terjadi sampai lebih dari dua kali sehari dalam kurun waktu yang berdekatan.

Modus scam semacam ini ternyata bukan hal baru, bahkan kabarnya sudah mulai beredar sejak awal tahun 2000-an.

Penipuan berbasis telepon premium ini lebih dikenal dengan istilah wangiri, dari kata dalam bahasa Jepang yang bermakna "panggilan tak terjawab".

Modus penipuan ini ditengarai memang berasal dari "Negeri Matahari Terbit".
Dilansir KompasTekno dari Economist, Minggu (1/4/2018), pada 2002 silam Jepang dilanda badai scam missed call besar-besaran sampai-sampai operator seluler di sana kewalahan menangani fenomena ini.

Dari sinilah istilah wangiri kemudian muncul dan digunakan sampai sekarang.
Berdasarkan keterangan dari salah satu operator seluler di Jepang, wangiri merupakan skema penipuan yang menargetkan pengguna ponsel secara acak.

Pelaku membuat ribuan panggilan random pada nomor ponsel di berbagai negara hanya dengan sekali dering alias missed call.

Pelaku memanfaatkan perilaku manusia yang kecanduan telepon seluler kala itu.
Dengan begitu, diharapkan ada korban yang penasaran dengan missed call ini kemudian melakukan panggilan balik.

Di sinilah kemudian pelaku menguras korban.

Jika korban melakukan panggilan balik pada nomor tersebut, korban akan dikenai tarif premium sehingga tagihan teleponnya akan membludak.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved