Berita Tanahlaut

Ini Alasan Kepala Desa Mediasi Kasus Asusila Pelajar SMA Panyipatan, Tanahlaut

Kepala Desa Masduki Saleh mengaku melakukan mediasi antara korban dan pelaku itu sesuai keinginan orangtua dan keluarga korban.

Ini Alasan Kepala Desa Mediasi Kasus Asusila Pelajar SMA Panyipatan, Tanahlaut
ist
Kepala Desa Batu Mulya, Masduki Saleh

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Alasan Pemerintah Desa Batu Mulya terlibat dalam proses mediasi kasus dugaan anak berbuat asusila yang diduga dilakukan empat siswa SMA terhadap adik kelasnya ternayta ada alsannya.

Kepala Desa Masduki Saleh mengaku melakukan mediasi antara korban dan pelaku itu sesuai keinginan orangtua dan keluarga korban.

Rabu (4/4/2018) siang itu, bersama aparat Pemerintahan Desa Batu Mulya menemui orangtua terduga pelaku sesuai ciri dan nama yang disebutkan korban.

Baca: Gedung Mapolda Metro Jaya Terbakar, 6 Mobil Pemadam Masih Berusaha Padamkan Api

Baca: Empat Pelajar SMA di Panyipatan Ditangkap Cabuli Adik Kelas Usai Menenggak Miras

Saat ditemui itu, orangtua terduga pelaku menyangkal dan tidak percaya anaknya berbuat asusila dengan korban.

Pelaku juga dimintai keterangan oleh orangtua disaksikan aparat desa tetap ngotot tidak melakukan asusila dan meminta bukti.

"Padahal niat kedatangan kami itu hanya ingin minta pertanggungjawaban terduga pelaku agar menikahi korban. Kita urus karena desa juga dalam waktu dekat ini melaksanakan lomba desa," katanya.

Baca: BREAKING NEWS : Tabrakan Maut di Kompleks ABRI Jalan Gerilya Banjarmasin, Dua Orang Meninggal

Jalan mediasi buntu, Masduki Saleh memberi tegang waktu 1x24 jam agar terduga pelaku bertanggungjawab. Jika tidak bertanggungjawab akan diteruskan ke proses hukum.

"Rupa ancaman diteruskan kepada proses hukum itu justru disetujui orangtua terduga pelaku. Makanya kasusnya diadukan ke Mapolsek Panyipatan, Jumat pagi," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help