Berita Hulu Sungai Utara

Bentuk Pokwanas di Beberapa Desa Atasi Penyetruman Ikan

Kabupaten HSU sebagian besar terdiri dari daerah rawa, tak heran jika daerah perairan ini banyak digunakan

Bentuk Pokwanas di Beberapa Desa Atasi Penyetruman Ikan
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Penyetruman Ikan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten HSU sebagian besar terdiri dari daerah rawa, tak heran jika daerah perairan ini banyak digunakan warga untuk mencari ikan. Ditambah Kabupaten HSU juga dilewati oleh tiga sungai besar yaitu Sungai Balangan, Tabalong dan Negara yang memiliki banyak anak sungai.

Sayangnya masih ada saja pencari ikan yang menggunakan alat setrum. Untuk mengatasi hal ini Dinas Perikanan bekerjasama dengan aparat desa membentuk Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwanas).

Anggota dari Pokwanas merupakan warga desa yang bersediabmelakukan patroli dan dibekali kemampuan untuk melakukan tindakan jika melihat adanya penyetrum ikan. Bekerjasama dengan pihak kepolisian.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (live) Real Madrid vs Atletico Madrid Malam Ini, Liga Spanyol Pekan 31

Dan aparat desa juga membantu dengan memberikan sarana baik berupa kelotok ataupun peralatan lainnya. Kepala Dinas Perikanan Suriani mengatakan Pokwanas bisa juga gabungan untuk mengawasi beberapa desa hang berdekatan.

"Saat ini ada 15 Pokwanas yang tersebar di beberapa kecamatan, kami juga bekerjasama dengan aparat desa menggunbakan dana desa dalam operasionalnya untuk menjaga lingkungan perairan HSU,” ujarnya.

Baca: Link Live Streaming Trans7 MotoGP Argentina 2018 Malam Ini : Kejutan Lagi Rossi?

Suriani menambahkan Kabupaten HSU memiliki kawasan perlindungan ikan yang memang dilarang untuk penyetruman, penangkapan ikan kecil dan ikan yang sedang bertelur. Seperti beberapa desa di Kecamatan Danau Panggang, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan dan Babirik.

“Bukan hanya malam hari, saat ini para penyetrum ikan bahkan berani beroperasi pada siang hari dan kami juga terus bekerjasama dengan pihak kepolisian agar saat kelompok masyarakat melakukan patrol selalu diberi perlindungan, jangan sampai justru membahayakan masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help