Berita HSU

Hindari Penyakit 'Ngorok' Pada Kerbau, Dinas Kesehatan Berikan Vaksin SE untuk Antisipasi Kematian

Dinas Peternakan HSU rutin setiap tahun melakukan vaksinasi kepada hewan kerbau rawa, hewan endemik yang ada di Kecamatan Paminggir.

Hindari Penyakit 'Ngorok' Pada Kerbau, Dinas Kesehatan Berikan Vaksin SE untuk Antisipasi Kematian
istimewa
Petugas memberikan vaksinasi SE ke kerbau rawa di Paminggir,HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Dinas Peternakan HSU rutin setiap tahun melakukan vaksinasi kepada hewan kerbau rawa, hewan endemik yang ada di Kecamatan Paminggir ini jumlahnya ribuan jika tidak dilakukan pencegahan terhadap penyebaran penyakit menular akan sangat mudah menular ke hewan lain.

Saat ini Dinas Peternakan HSU telah menyediakan 6000 dosis vaksin Septicaemia Epizootica (SE) atau disebut juga penyakit ngorok. Penyakit ngorok yang menyerang hewan sapi atau kerbau, bersifat akut dengan mempunyai tingkat kematian tinggi. Sebeb itulah dilakukan vaksinasi rutin setiap tahun tanpa dipungut biaya.

 Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) HSU I Gusti Putu Susila mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan vaksin SE di Kecamatan Paminggir. Saat ini pihaknya mulai melakukan sosialisasi ke kelompok peternakan sebelum melakukan vaksinasi.

Mengingat masih ada saja peternak yang enggan melakukan vaksinasi karena memerlukan waktu dan tenaga.

Baca: Acara Raffi Ahmad Dihentikan Usai Nagita Slavina Komentari Goyangan Ayu Ting Ting

“Kami biasanya meminta pendampingan kepada pemilik peternakan saat melakukan vaksin, yang memelukan waktu dann tenaga,: ungkapnya. Waktu terbaik untuk melakukan vaksin adalah saat sore menjelang petang saat kerbau mulai masuk ke kalang kerbau agar setelah vaksinasi ada waktu untuk istirahat.

Putu menambahkan para peternak diharapkan bisa berperan aktif dalam melaksanakan program vaksinasi ini. Populasi kerbau rawa yang ada di Kecamatan Paminggir pada tahun 2017 mencapai 10.000 ekor kemungkinan terjadi penurunan pada tahun ini.

Vaksinasi SE dilakukan pada kerbau rawa yang berusia diatas enam bulan.

“Beberapa waktu lalu ditemukan kasus penyakit ngorok di Batola, karena jarak yang tidak terlalu jauh dengan Paminggir diharapkan dengan adanya vaksinasi ini dapat mencegah terjadinya penularan,” ungkapnya.

Baca: Tragedi MotoGP Argentina 2018 - Bikin Jatuh Rossi, The Doctor: Tidak Ada Maaf Bagi Marc Marquez!

Terpisah Abdul peternak kerbau mengatakan sangat mendukung dengan adanya vaksinasi yang akan dilakukan, dirinya yang juga tergabung dalam kelompok ternak telah memberitahukan kepada anggota lain.

“Biasanya yang tertinggal itu peternak yang tidak masuk kedalam kelompok peternakan, biasanya jumlah kerbau yang dimiliki tidak banyak, padahal kami selalu mengajak untuk ikut bergabung agar ikut mendapat kemudahan dan menerima program yang dijalankan pemerintah,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved