B Focus Urban Life

Psikolog Ini Sebut Prostitusi, Penyakit Masyarakat yang Sulit Ditangani

Permasalahan sosial ini juga mengundang perhatian, bila dilihat dari sisi psikologi.

Psikolog Ini Sebut Prostitusi, Penyakit Masyarakat yang Sulit Ditangani
bpost dok
Upaya mengapuskan tempat eks prostitusi, di antaranya dengan cara membangun perkantoran di tempat tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Permasalahan sosial ini juga mengundang perhatian, bila dilihat dari sisi psikologi.

Diuraikan Sukma Noor Akbar, Psikologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), pada umumnya faktor kenapa menjadi PSK adalah sebagian besar karena ekonomi.

Fenomena penyakit masyarakat seperti prostitusi ini sangat sulit ditangani.

Hal-hal yang membuat PSK kembali melakukan praktik, bisa berbagai alasan.

Baca: Video Marc Marquez Datangi Pitbox dan Minta Maaf Tapi Ditolak Tim Yamaha, Saat Itu Rossi Dimana?

Baca: Raffi Ahmad Buka Suara Tentang Goyangan Hot Ayu Ting Ting, Nagita Slavina Jangan, Sakit Mata

Baca: Isra Miraj 2018 - Amalan-amalan Bulan Rajab, Habib Muhammad: Istiqfar Bisa Angkat Kesusahan

Alasan klasik, tidak memiliki pekerjaan, tidak punya keterampilan, rendahnya pendidikan, faktor mental, sikap terlanjur atau pasrah, putus asa, merasa tidak punya harapan menjadikan keinginan berhenti.

"Semua pihak, Satpol PP dan aparat kepolisian, secara konsisten termasuk dengan tegas menghukum mucikari dalam melakukan perdagangan manusia. Dinas Sosial, masyarakat, pemuka agama dan pihak lainnya, juga diharapkan membantu agar bekas-bekas lokalisasi memang benar-benar steril dari aktivitas prostitusi kembali," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved