Berita Tanahlaut

Penjelasan PT Perembee Soal Tiang Pancang di Jalur Akses Proyek RSUD Hadji Boejasin Pelaihari

"Saya hanya mohon dijelaskan kepada Ketua RT 6 Saranghalang dan Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut b

Penjelasan PT Perembee Soal Tiang Pancang di Jalur Akses Proyek RSUD Hadji Boejasin Pelaihari
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Pelaksana proyek pembangunan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari di Kelurahan Saranghalang memasang seng pembatas dengan lahan milik PT Perembee, Selasa (10/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Terkait polemik pemasangan tiang pancang yang dipertanyakan Suryani, Ketua RT 6 Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, di jalur akses keluar masuk proyek pembangunan RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari.

Humas PT Perembee, Oris, mengaku tidak mempermasalahkan isi pemberitaan di koran Banjarmasin Post.

Ia hanya mohon diberikan penjelasan kepada para pihak yang mempertanyakan.

Baca: Heboh! Pedagang Pentol Daging Kucing Ditangkap, Biasa Mangkal di Mekatama Raya Banjarbaru

Baca: Pentol Bakar Daging Kucing, Ustadz Aspian Pernah Ingatkan Pedagangnya Soal Bau Asap Ini

Baca: Ibu David NOAH Ungkapkan Anaknya Disiksa Gracia Indri Usai Operasi, Ditendang, Dicekik, Ditampar

"Saya hanya mohon dijelaskan kepada Ketua RT 6 Saranghalang dan Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut bahwa jalur itu masih bisa dilintasi mobil. Akses Jalan permukiman Pelaihari City juga dapat digunakan," katanya dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (10/4/2018).

Pemasangan tiang pancang itu diakui Oris berada di lahan milik PT Perembee untuk rencana pembangunan hotel Pelaihari City dan Mall Pelaihari.

Tiang pancang itu dinilainya tidak menganggu ataupun menghalangi aktivitas keluar masuk pelaksana pembangunan proyek RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Sementara itu, Ketua RT 6 Kelurahan Saranghalang, Suryani, mengaku melihat sejumlah karyawan kontraktor pembangunan RSUD Hadji Boejasin, pernah tidak jadi membawa material bangunan.

"Sejumlah pekerja itu mengukur jalan dengan lebar mobil kontainer yang ada di Banjarmasin. Ternyata setelah diukur tidak muat sehingga alat material itu, informasinya dibatalkan masuk karena tidak muat terhalang tiang pancang," katanya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Tanahlaut, Made Lutre, mengaku akan memanggil pihak manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dan manajemen PT Perembee untuk duduk bersama.

Tujuannya membicarakan masalah akses keluar masuk selama proses pembangunan dan proses pemasangan tiang pancang rencana pembangunan Pelaihari City.

Diakui Made Lutre selama ini, akses masuk dan keluar mobil pelaksana proyek pembangunan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari di Kelurahan Saranghalang menggunakan lahan PT Perembee.

"Mungkin bulan depan akan saya jadwalkan dalam rapat badan musyawarah. Saat ini masih sibuk membahas LKPJ Bupati Tanahlaut tahun 2017. Kita pertemukan manajemen RSUD Hadji Boejasin Pelaihari dengan manajemen PT Perembee agar masalahnya semakin jelas," katanya. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved