Pilpres 2019

PKB Bakal Lakukan Ini Jika Cak Imin Gagal Jadi Cawapres Jokowi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan, mengakui bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bisa saja

PKB Bakal Lakukan Ini Jika Cak Imin Gagal Jadi Cawapres Jokowi
Tribunnews.com
Cak Imin menggunakan penutup kepala khas Papua saat menghadiri pencabutan nomor urut partai peserta Pemilu 2019 di KPU, Minggu (18/2/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan, mengakui bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar bisa saja bergabung ke barisan pendukung Prabowo Subianto jika gagal menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.

Menurut Daniel, segala kemungkinan masih terbuka sampai pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum pada Agustus 2018 mendatang.

"Sebelum dia mendaftarkan ke KPU (bisa berubah haluan). Itu tidak hanya kita, seluruh partai seperti itu," kata Daniel di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Baca: David NOAH Buka Suara, Masalah Harta dengan Gracia Indri, Ambil Aja Semua

Baca: KPI Beri Peringatan Acara Ayu Ting Ting Cs karena Bahas Transgender, Kok Lucinta Luna Ngamuk?

Muhaimin sebelumnya menyatakan bahwa PKB sudah resmi mendukung Jokowi berpasangan dengan dirinya pada Pilpres 2019.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu bahkan sudah meresmikan posko relawan "Join", akronim dari Joko Widodo–Muhaimin, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Menurut Daniel, dukungan PKB terhadap Jokowi-Muhaimin tinggal diformalkan dalam deklarasi.

Namun, berdasarkan masukan para ulama yang ditemui Cak Imin, maka deklarasi belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Para ulama banyak yang memberikan pesan, agar deklarasi jangan terburu-buru. Sehingga bagi PKB saat ini yang penting bergerak saja dengan seperti sukarelawan Join, Jokowi-Cak Imin, itu lebih konkret sebenarnya," kata Daniel.

Daniel mengatakan, idealnya deklarasi resmi dukungan terhadap Jokowi-Muhaimin baru akan dilakukan pada Juni.

Pada saat itu, hasil dari Pilkada Serentak di 108 daerah sudah diketahui dan bisa menjadi acuan.

"Karena bagaimana pun partai yang sudah dekalrasi saat ini juga masih bisa berubah sampai 4 Agustus (pendaftaran ke KPU)," ujar dia.

Sementara itu, Muhaimin enggan berandai-andai bagaimana jika Jokowi dan parpol koalisi lebih memilih calon lain ketimbang dirinya.

Muhaimin meyakini Jokowi dan partai koalisi pendukung lain bersedia menerimanya sebagai cawapres. "Kita yakin bersedia," kata Cak Imin. (*)

Dikutip dari Kompas.com dengan judul : PKB Akui Cak Imin Bisa Dukung Prabowo jika Gagal Jadi Cawapres Jokowi

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help