Kriminalitas Tanahlaut

Empat Bulan Jaring 22 Pelanggar Miras Tanpa Izin, 'Terjadi Peningkatan'

Menurut Mustafa Kamaluddin, target 2018 ini 200 pelanggar peraturan daerah yang akan ditegakkan sampai dengan awal April

Empat Bulan Jaring 22 Pelanggar Miras Tanpa Izin, 'Terjadi Peningkatan'
mukhtar wahid
Penjabat Bupati Tanahlaut Achmad Sofiani memecah botol minuman keras hasil penegakan peraturan daerah selama 2017 di halaman Kantor Bupati Tanahlaut, Bbelum lama ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Selama empat bulan berjalan ini, jajaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut menjaring 22 kasus larangan minuman keras di tempat umum dan 10 Pelanggar asusila.

Itu dikatakan Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidik pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanahlaut, Mustafa Kamaluddin kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (11/4/2018).

Menurut Mustafa Kamaluddin, target 2018 ini 200 pelanggar peraturan daerah yang akan ditegakkan sampai dengan awal April ini terjaring 32 terdakwa.

"Terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sejak 2014 penegakan peraturan daerah Kabupaten Tanahlaut, efektif berjalan sejak 2016 hingga kini sudah menghasilkan pemasukan bagi pendapatan daerah.

"2016 uang denda hasil penegakan perda Rp 16.290.000 dan pada 2017 lalu, Rp 42.205.000," katanya.

Sementara itu, jajaran kepolisian resor Tanahlaut akan melaksanakan operasi kewilayahan bersandi Sikat Intan 2018 dengan sarana warung malam dan lokasi yang rawan gangguan kamtibmas.

Kabag Ops Polres Tanahlaut, Kompol Fauzan Arianto dihubungi Banjarmasinpost.co.id menenggarai penyalahgunaan alkohol sebagai oplosan minuman keras karakter pelaku.

Akibat pengaruh oplosan alkohol, pelajar di SMA di Kecamatan Panyipatan menjadi korban pencabulan kakak kelasnya hingga berbuntut diamankan empat pelajarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved