Kriminalitas Tanahlaut

Hanya karena Menolong, Kakak Beradik Ini Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Kakak beradik, Rahmadi (55) dan adiknya, Muhammad Amin Noor Timur (40) ditangkap jajaran Satresnarkotika Polres Tanahlaut

Hanya karena Menolong, Kakak Beradik Ini Ditangkap Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan menahan tawa mendengar keterangan tersangka kakak adik, kasus kepemilikan narkotika jenis sabu yang bertransaksi karena menolong teman, Rabu (11/4/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Kakak beradik, Rahmadi (55) dan adiknya, Muhammad Amin Noor Timur (40) ditangkap jajaran Satresnarkotika Polres Tanahlaut karena kedapatan bertransaksi narkotika jenis sabu.

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, penangkapan kakak beradik itu di Jalan Nasional Km 102 Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kini, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik dan terancam pidana ditas lima tahun karena terbukti memiliki dan menyimpan lima paket sabu.

Tersangka, Muhammad Amin Noor Timur memgaku tidak pernah mengonsumsi sabu. Ia mengaku cuma menolong temannya bernama Rony yang meminta dibelikan sabu.

Baca: Karena Kecantikannya TKW Ini Ditahan Majikannya di Arab Saudi, Lalu Minta Tolong pada Netizen

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan menahan tawa mendengar keterangan tersangka Amin Noor Timur yang terkesan membela diri dikatakan pemakai sabu ini.

"Kalau menolong itu untuk orang kesusahan. Bukan menolong orang membelikan sabu," kata Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan tersenyum.

Amin mengaku sebelum ditangkap polisi, sebenarnya mau olahraga Futsal. "Cuma teman saya bernama Rony menelepon terus-terusan minta carikan sabu," jelasnya.

Baca: VIDEO: Kronologi Tabrakan Truk vs Mobil Pajero Sport di Jalan Gubernur Soebardjo Lingkar Selatan

Ia kemudiam menanyakan kepada kakaknya, tersangka Rahmadi, apakah ada penjual sabu. "Itu saja pak. Saya cuma menanyakan kepada kakak saya. Itu juga menolong teman tidak memakai sabu," katanya.

Ditanyai Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan, Rahmadi mengakui bahwa sabu satu paket didapat polisi dari adiknya itu adalah miliknya.

Rahmadi beralasan mengonsumsi sabu karena bekerja di sektor swasta di wilayah Jorong.

"Saya membeli Rp 1 juta pak, lima paket itu. Saya belinya di Jorong dengan teman," katanya. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help