Berita Kotabaru

Ibnu Sebut PP Instrumen Lebih Rinci dari Undang-Undang

Penolakan direvisinya Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan juga dikemukakan dosen Politeknik

Ibnu Sebut PP Instrumen Lebih Rinci dari Undang-Undang
istimewa
Dosen Politeknik Kotabaru Ibnu Faozi

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Penolakan direvisinya Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan juga dikemukakan dosen Politeknik (Poltek) Kotabaru Ibnu Faozi.

Menurut Ibnu kepada banjarmasinpost.co.id, undang-undang tidak perlu direvisi.

Apalagi sudah ada Peraturan Pemerintah nomor 108 tahun 2017.

"Kalau sudah ada regulasi yang mengatur tidak perlu direvisi lagi. Untuk apa. Tinggal dijalankan regulasi itu. Apalagi sudah ada PP. PP itukan instrumen lebih rinci dari Undang-Undang," katanya, Rabu (11/4/2018).

Kecuali ada hal yang urgent, signifikan yang tidak sesuai dengan PP bisa dilakukan revisi.

Baca: Antara Sedih dan Kocak! Akad Sudah di Depan Mata, Tapi Pernikahan Kedua Insan Ini Batal

Baca: Duet Transgender - Millendaru Vs Lucinta Luna, Suaran Sangau Lucinta Laki Banget!

Baca: Gara-gara Masalah Ini, Novita Kapok Ikut Audisi Nyanyi

"Tapi implementasi PP yang baru tahun 2017 saja belum dievaluasi kenapa harus direvisi," ungkapnya.

Kembali ditambahkan Ketua Organda Kotabaru Faruk Syahdan yang menolak UU direvisi, karena menilai UU nomor 22 tahun 2009 masih sangat relevan.

Apalagi, Faruk juga menilai untuk merevisi sebuah UU dibutuhkan waktu yang sangat panjang.

"Jadi kalau UU tersebut masih sesuai, kenapa harus direvisi," katanya.

Padahal yang perlu diekselerasikan adalah PP 108 tahun 2017. Bukan pasal di UU tersebut.

Selain di UU itu sudah diatur masalah angkutan barang dan manusia.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved