Pakar Transportasi Kalsel Sebut Tak Perlu Revisi UU LLAJ

Munculnya gagasan untuk melakukan perubahan terhadap Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas

Pakar Transportasi Kalsel Sebut Tak Perlu Revisi UU LLAJ

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Munculnya gagasan untuk melakukan perubahan terhadap Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), oleh pemerintah, hingga saat ini hal tersebut masih menuai polemik.

Bahkan tidak hanya di kota besar, perdebatan rencana revisi peraturan mengenai keberadaan transportasi berbasis aplikasi tersebut juga masih ramai menjadi buah bibir di tengah masyarakat Banua.

Seiring itupula, pakar transportasi dari ULM Banjarmasin, Iphan Fitrian Radam pun ikut angkat suara.

Ia mengungkapkan, revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ sebetulnya tidak perlu dilakukan.

Baca: 4 Link Live Streaming RCTI Yangon United vs Bali United Sore Ini 16.00 WIB, Piala AFC 2018

Baca: Live RCTI! Link Live Streaming Yangon United vs Bali United via Live Streaming RCTI Hari Ini

Sejauh undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan perundangan di atasnya serta masih bisa mengakomodir kondisi di lapangan.

"Intinya kalau uu itu bertentangan hirarki dengan perundangan di atas atau ia tidak bisa mengakomodir lagi kondisi di lapangan, bisa saja direvisi. Lha, bila ini yang mengalami perubahan hanya satu, dua atau tiga poin, cukup disikapi pada turunan undang-undangnya saja. Misal dalam hal ini, permenhub 108 nya. Jadi tidak perlu di perundangan di atasnya," jelas ketua bidang keorganisasian dan profesi MTI wilayah Kalsel tersebut. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

 
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help