Penjelasan Garuda Soal Insiden Air Panas Tumpah yang Berujung Digugat Penumpang Rp 11,5 M

Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) membantah pernyataan David Tobing

Penjelasan Garuda Soal Insiden Air Panas Tumpah yang Berujung Digugat Penumpang Rp 11,5 M
garuda-indonesia.com
Maskapai Garuda 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) membantah pernyataan David Tobing yang menyebutkan bahwa pihak Garuda membiarkan B.R.A Kosmariam Djatikusomo selama 1,5 bulan setelah insiden air panas tumpah di penerbangan bernomor GA-264.

Sebaliknya, kata Ikhsan pihak Garuda justru terus memberikan biaya pengobatan yang dilakukan oleh Kosmariam.

"Begitu kejadian, kita langsung bawa ke rumah sakit. Kembali ke Jakarta pun, kita tetap support biaya pengobatan ke penumpang," kata Ikhsan saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (11/4/2018).

Ia juga menambahkan, bahwa pihak Garuda telah memberikan pesan kepada Kosmariam bahwa siap dihubungi kapan pun, jika ada kebutuhan lainnya terkait pengobatan.

Baca: Garuda Digugat Seorang Penumpang Rp 11,25 Miliar, Ini Kronologi Kasusnya

Baca: Liburan Bersama Keluarga ke Jepang Ayu Ting Ting Bawa Bekal Makanan Tradisional Ini

Sekadar informasi, Kosmariam merupakan penumpang Garuda dengan nomor penerbangan GA-264 pada 29 Desember 2017 dengan rute Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari-Banyuwangi.

Diwakili David Tobing sebagai kuasa hukumnya, ia menggugat Garuda lantaran dalam penerbangan GA-264 tersebut, Kosmariam jadi korban insiden ketumpahan air panas oleh pramugari Garuda.

Insiden terjadi ketika pramugari Garuda sedang memberikan makanan kepada penumpang (Meal and Beverage Serving), dan menumpahkan dua gelas air panas ke tubuh Kosmariam sehingga mengakibatkannya mengalami cacat tetap.

Baca: Anaknya Masuk Rumah Sakit, Liburan Mulan Jameela dan Ahmad Dhani Kacau, Netizen Malah Salfok

Baca: Karena Kecantikannya TKW Ini Ditahan Majikannya di Arab Saudi, Lalu Minta Tolong pada Netizen

"Kami menilai pramugari Garuda lalai, karena para pramugari yang menyediakan makanan sedang ngobrol satu sama lain, sehingga menumpahkan air panas," jelas David.

Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST pada Rabu (11/4).

Dalam gugatannya, Kosmariam meminta ganti rugi senilai Rp 1,25 miliar atas kerugian material, dan senilai Rp 10 miliar atas ganti rugi imaterial. (*)

Dikutip dari Kontan.co.id dengan judul : Jawaban Garuda atas insiden air panas yang berujung gugatan Rp 11,25 miliar

Editor: Ernawati
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved