Berita Tanahlaut

Terlilit Tali Jangkar, Nyawa Nelayan Takisung Tak Tertolong

Jasad Bahruni (42) nelayan asal Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, tiba di kamar jenazah

Terlilit Tali Jangkar, Nyawa Nelayan Takisung Tak Tertolong
mukhtar wahid
Pesisir pantai Takisung di Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jasad Bahruni (42) nelayan asal Desa Takisung, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, tiba di kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Rabu (11/4/2018) petang.

Kesedihan menyelimuti raut kerabat korban yang mengantar jasad Bahruni saat dimasukan dalam ruang pemulasaran untuk dilakukan visum.

Informasi dihimpun Banjarmasinpost.co.id, Bahruni merupakan korban kecelakaan air saat melabuh jangkar di perairan Batakan mencari ikan.

Saat melabuh jangkar kapal nelayan, Bahruni tidak menyadari satu kakinya berada dalam lingkaran tali jangkar. Saat jangkar masuk air, tali memikirkan sebelah kanan.

Baca: Hasil Akhir Yangon United vs Bali United Piala AFC 2018 - Skor 3-2, Akhir Puasa 43 Hari Spasojevic

Baca: VIDEO Cuplikan Laga Yangon United vs Bali United 3-2 - Bali United Tersingkir dari Piala AFC 2018?

Bahruni masuk ke dalam air karena tertarik berat jangkar yang dilabuhnya. Rekannya mencoba terjun masuk perairan berusaha menolong agar muncul ke permukaaan.

Naas, nyawa Bahruni sudah hilang saat berhasil dievakuasi temannya menuju pesisir pantai Batakan.

Jasad Bahruni kemudian dibawa rekannya ke pesisir pantai Batakan untuk kemudian dibawa ke RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

"Korban sudah meninggal saat tiba di RSUD Hadji Boejasin," ujar Wito, petugas pemulasaran Kamar Jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. (Banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help