Berit a HSU

Enam Penjagal Hewan di Amuntai Belum Mau Manfaatkan RPH di Banjang, Ini Alasan Mereka

Namun sayangnya masih belum semua penjagal yang mau memotong hewan di tempat tersebut.

Enam Penjagal Hewan di Amuntai Belum Mau Manfaatkan RPH di Banjang, Ini Alasan Mereka
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Rumah Potong Hewan (RPH) di Banjang HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Kecamatan Banjang, dan saat ini telah difungsikan. Namun sayangnya masih belum semua penjagal yang mau memotong hewan di tempat tersebut.

Dari 13 penjagal yang terdata di Kabupaten HSU baru enam penjagal yang bersedia secara rutin memotong hewan di RPH, dengan berbagai alasan. Senagian penjagal mengaku lebih memilih memotong hewan ditempat mereka karena lebih praktis dan terlalu jauh atau juga mengaku tak setiap hari memotong hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) HSU I Gusti Putu Susila mengatakan pihaknya masih akan terus melakukan pendekatan kepada penjagal agarseluruhnya bisa melakukan penyembelihan hewan di RPH yang telah dipersiapkan.

Pembangunan RPH sendiri sudah dimulai sejak 2012 dan digunakan tahun 2017, RPH juga dilengkapi dengan pagar keliling yang cukup tinggi untuk menambahkan keamanan, sementara untuk pembuangan limbah juga telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga warga sekitar tidak perlu khawatir adanya bau karena seluruh kotoran yang dihasilkan dari penyembelihan hewan akan melalui proses pengolahan limbah.

Baca: Prabowo Siap Jadi Capres, Ustaz Abdul Somad Malah Posting Foto Capres Ini

Sungguh disayangkan jika bangunan yang awalnya dibangun dengan anggaran Rp 1.6 miliar ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pendekatan yang dilakukan oleh Dinas Peternakan sendiri adalah dengan terus mealakukan pembinaan dan pengertian bahwa melakukan pemotongan hewan sendiri tanpa adanya pengolahan limbah memiliki dampak negative baik bagi lingkungan maupun kesehatan.

 Meskipun saat ini tidak setiap hari ada penjagal yang memanfaatkan RPH namun petugas jaga selalu siap ditempat saat para penjagal ingin melakukan pemotongan, biasanya hewan sapi atau kerbau yang akan dipotong juga akan diinapkan satu malam terlebih dahulu. Baru pada pagi hari dilakukan penyembelihan dan langsung dijual kepasar, sehingga saat penjualan daging masih dalam keadaan segar.

Terpisah, Yandi warga sekitar mengatakan dengan adanya RPH ini diharapkan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya dengan bisa membeli daging segar secara langsung. Dengan itu juga diharapkan semakin mendapat perhatian pemerintah.

“Meskipun tidak terlalu jauh dari pemukiman namun tidak menimbulkan bau ditambah pagar yang cukup tinggi sehingga warga tak bisa melihat aktifitas didalam RPH,” ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help