Ini Akibat Anak yang Suka Dibiarkan dan Dimanja Menurut Psikolog

Psikolog Klinis FK Unlam, Sukma Noor Akbar, menyatakan, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangan untuk melihat kenapa anak menjadi cuek.

Ini Akibat Anak yang Suka Dibiarkan dan Dimanja Menurut Psikolog
Istimewa
Sukma Noor Akbar, Psikolog FK ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Psikolog Klinis FK Unlam, Sukma Noor Akbar, menyatakan, ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangan untuk melihat kenapa anak menjadi cuek. Orangtua bisa jadi menjadi salah satu penyebab dari pola asuh yang diberikan sehari-hari di lingkungan keluarga kecilnya.

Adanya pembiaran, tidak adanya aturan yang konsisten dan anak yang selalu dimanja bisa menyebabkan anak terbiasa menjadi pusat perhatian dan akibatnya anak kurang peka dengan lingkungan sekitarnya.

Permasalahan lain yang sekarang menjadi sangat berpengaruh bagi perkembangan anak adalah mengenai penggunaan gadget, sebab efek penggunaan gadget jika tidak dibatasi akan membuat anak menjadi kecanduan.

Interaksi anak menjadi terganggu, mereka lebih menyukai permainan sendiri daripada bergabung dengan teman-teman lain, menjadi malas, menghindari tugas dan tanggungjawab.

Baca: Hiii Seram! Lagi Asyik Bikin Video Insta Story, Lia Waode Kaget Penampakan Pocong di Belakangnya

Peran orangtua sangat penting dalam mengatur penggunaan gadget, maksimal 2 jam sehari. Bahkan untuk anak di bawah 2 tahun sebaiknya dilarang sama sekali dalam penggunaan gadget.

Namun kita juga mempertimbangkan proses dari perkembangan anak, pada usia sekolah anak cenderung untuk membangun kemandiriannya akibatnya anak lebih sering membantah, tidak mendengarkan perintah orangtua karena usia tersebut anak perlahan-lahan untuk lepas dari orangtua.

Tentunya orangtua juga jangan terlalu kaget dengan perubahan sikap anak tersebut karena merupakan bentuk alamiah dari anak.

Hal yang terpenting adalah orangtua tetap menjadi panutan dan contoh bagi anak dalam mendidik khususnya di lingkungan terkecil yaitu di rumah. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help