Berita Jakarta

Orangtua Takut Arianto Diculik, Pemuda yang Kejar Motor Jokowi Dijemput yang Ngaku Pihak Istana

Saat bertelanjang dada mengejar Presiden Joko Widodo yang mengendarai sepeda motor chopper di Sukabumi

Orangtua Takut Arianto Diculik, Pemuda yang Kejar Motor Jokowi Dijemput yang Ngaku Pihak Istana
kompas.com
Arianto berupaya menggapai tangan Jokowi yang sedang naik motor Chopper. 

Menurut Marni, dua orang itu berencana menjemput Arianto atas perintah 'orang Istana Negara'.

Arianto tak langsung mengiyakan ajakan itu. Ia meminta izin dari ibunya, Khotimah, yang tinggal sekitar dua kilometer dari Ciawun.

"Orang tua kami takut Ari diculik. Tapi dua orang itu bilang cuma ingin ajak Ari jalan-jalan ke Jakarta sehari," ujar Marni.

Arianto pun akhirnya berangkat ke Jakarta, menumpang mobil yang dibawa tamunya. Syarat yang diajukan Khotimah, Deni, suami Marni, harus ikut menemani Arianto.

Sepanjang perjalanan menuju Jakarta, Arianto tak tahu pasti apakah ia memang akan dipertemukan dengan Jokowi.

"Belum tentu bertemu," ujarnya singkat. Ia selalu berbicara dalam kalimat pendek.

Baik Arianto maupun Deni, kakak iparnya, juga tak tahu di mana mereka akan diinapkan. "Lihat saja besok, jadi atau tidak," kata Arianto.

Lantas, apa yang diharapkan Arianto dari rentetan peristiwa yang mengantarkannya berpergian sejauh 140 kilometer dari kampungnya?

"Saya ingin minta kerja di kampung. Saya sebenarnya juga ingin buka usaha," kata dia.

Pendidikan terakhir Arianto adalah sekolah menengah atas. Khotimah berkata, anak kelimanya itu tak dapat melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga mereka.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved