Berita Internasional

Rusia Kerahkan Pertahanan Udara Canggih untuk Lindungi Bashar al-Assad, Nato Siapkan Ini

Menghadapi ancaman tersebut, sebagai sekutu terdekat Suriah, pemerintah Rusia menyediakan sistem perlindungan "cincin baja"

Rusia Kerahkan Pertahanan Udara Canggih untuk Lindungi Bashar al-Assad, Nato Siapkan Ini
banjarmasinpost.co.id/www.voaindonesia.com
Pesawat Rusia siap diangkat pada tempat peluncuran di kosmodrom Baikonur, Kazakhstan (1/7). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAMASKUS --- Rusia mengerahkan pertahanan udara canggih S-400 untuk melindungi Presiden Suriah Bashar al-Assad dari serangan Amerika Serikat dan sekutunya. Hal ini terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melakukan serangan militer ke negeri itu.

Dilansir Kompas.com, sistem pertahanan udara ini dirancang mampu untuk menghancurkan pesawat tempur, rudal penjelajah, dan balistik, termasuk rudal jarak menengah, serta bisa digunakan untuk menghantam sasaran di darat.

Sistem pertahanan udara S-400 pertama kali dikirim ke Suriah pada 2015. Dan, dengan kemampuan daya tembak hingga 400 kilometer maka sistem pertahanan ini mampu menciptakan "payung" pelindung di hampir seluruh wilayah Suriah.

Sistem persenjataan ini juga disebut mampu menembak jatuh 80 sasaran secara simultan dan peluru yang ditembakkan memiliki kecepatan lebih dari 16.000 kilometer per jam.

Baca: Prabowo Siap Jadi Capres, Ustaz Abdul Somad Malah Posting Foto Capres Ini

Rusia yang berniat bisa menjual sistem pertahanan ini ke Turki dan Iran berharap kemampuan S-400 menangkal persenjataan Amerika Serikat menjadi promosi terbaik.

Setiap unit sistem pertahanan S-400 itu dijual dengan harga 400 juta dolar AS atau sekitar Rp 5,5 triliun. Rusia sebelumnya sudah mengerahkan sejumlah S-400 ke pangkalan militernya di Suriah untuk menangkal serangan Turki.

Hal itu dilakukan saat Rusia dan Turki berada di ambang konflik setelah sebuah jet tempur AU Turki menembak jatuh pesawat pengebom Rusia di perbatasan Suriah pada Nobvember 2015.

Sementara itu, untuk rencana serangan militer ke Suriah, Amerika Serikat sudah menyiapkan gugus tugas yang dipimpin kapal induk USS Harry S Truman. Gugus tugas ini diperkuat delapan kapal perang, 90 pesawat tempur, serta persenjataan canggih lainnya.

Sekutunya, Inggris, menyiapkan 8 jet tempur tornado, dua pesawat pengintai Sentinel, tiga pesawat angkut, serta sejumlah kapal selam.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved