Kriminalitas Tanahlaut

Pelaku Penggelapan Mobil Ternyata Juga Jago Palsukan BPKB, Ini Pengakuannya di Depan Polisi

Pelaku nekad memalsukan dokumen mobil itu karena diimingi rekan pelaku yang saat ini menjalani proses hukum

Pelaku Penggelapan Mobil Ternyata Juga Jago Palsukan BPKB, Ini Pengakuannya di Depan Polisi
mukhtar wahid
Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan saat memperlihatkan tersangka hasil pengungkapan tindak pidana di wilayah hukum Polres Tanahlaut, belum lama ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pelaku penggelapan mobil yang amankan jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut, ternyata jago memalsukan dokumen atau buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB).

Itu diakuinya pelaku saat tanyai Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan seusai menyampaikan rilis pengungkapan sejumlah kasus di Mapolres Tanahlaut, belum lama ini.

"Saya pernah di penjara di Barabai karena memalsukan BPKB mobil," kata pelaku, Miftahurrahman alias Syafii Rahman dan Suhadi Nur alias Ibad.

Pelaku nekad memalsukan dokumen mobil itu karena diimingi rekan pelaku yang saat ini menjalani proses hukum di Polsek Kertakhanyar berupa uang sebanyak Rp 5 juta.

Cara memalsukan dokumen itu dengan mengganti lembaran terakhir di BPKB mobil hasil penggelapan untuk dijual kepada pembeli atau penadahnya.

Kini kedua pelaku ditahan polisi akibat ulahnya menjual mobil milik korbannya, Supomo, warga Kabupaten Tanahlaut.

Korban melaporkan kehilangan mobil minibus Suzuki Estilo, abu-abu nopol DA 7148 ZA karena tunggu dua hari tidak dikembalikan pelaku.

Belakangan hasil penyelidikan polisi, mobil korban berada di Kalimantan Timur dan pelaku berada di Kota Banjarbaru menikmati hasil penjualan mobil korban sebanyak Rp 20 juta.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan, pelaku M (Miftahurrahman) ditangkap jajarannya di Kota Banjarbaru, pada 16 Maret 2018 di Kota Banjarbaru.

Itu setelah menginterogasi SN (Suhadi Nur) yang lebih dahulu ditangkap jajaran Polsek Kertakhanyar, di Kabupaten Banjar.

"Unit mobil yang dijual pelaku diambil di Kalimantan Timur," ujar AKBP Sentot Adi Dharmawan.

Modus pelaku awalnya menemui korban ingin merental atau menyewa mobil menggunakan KTP palsu. Mobil itu dibawa keluar daerah untuk dijual.

"Selama dua hari, mobil korban tidak dikembalikan sehingga korban melapor ke Mapolres Tanahlaut," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help