AS Serang Suriah

Amerika Serang Suriah : Rusia Khawatirkan Pasukannya, Tebar Ancaman untuk AS dan Sekutunya

"Skenario yang dirancang sebelumnya sedang dilaksanakan. Sekali lagi, kami sedang diancam. Kami

Amerika Serang Suriah : Rusia Khawatirkan Pasukannya, Tebar Ancaman untuk AS dan Sekutunya
via KOMPAS.com
Kapal induk AS USS Harry S Truman dikabarkan sudah dikirim ke wilayah timur Laut Tengah diduga mempersiapkan serangan terhadap Suriah.(AFP / Navy Media Content) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Serangan Amerika dan sekutunya ke Suriah langsung mendapat respons dari negara sekutu Bashar al-Asaad, Rusia.

Rusia mengeluarkan ancaman konsekuensi yang diterima Amerika dan sekutunya atas serangan tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump telah mengumumkan serangan terhadap Suriah Jumat (13/4/2018) waktu setempat.

Tak lama setelah pernyataan Trump, serangkaian ledakan terdengar di Damaskus, ibu kota Suriah, pukul 01.00 GM, atau sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca: VIDEO Kondisi Terkini Damaskus Suriah Pasca Serangan Amerika, Warga Tak Takut Masih Ramai di Pasar

Baca: AS dan Sekutunya Benar-benar Serang Suriah, Begini Kondisi Terbaru Damaskus

Baca: Klasemen dan Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2018 Hari ini di Indosiar : Persija vs Borneo FC

Jenderal Joseph Dunford, salah satu perwira tinggi ternama AS mengatakan, serangan tersebut menghantam tiga target.

Ketiga target itu adalah pusat riset di dekat Damaskus, fasilitas gudang, dan pos komando juga di dekat ibu kota, serta fasilitas penampungan senjata kimia di dekat Homs.

Sementara itu, Sindonews melansir, Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS), Anatoly Antonov, memperingatkan konsekuensi yang harus diterima AS, Inggris dan Prancis setelah hari ini (14/4/2018) menyerang Suriah.

Foto yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu.(HANDOUT / STR)
Foto yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu.(HANDOUT / STR) (via KOMPAS.com)

Moskow yang memiliki pasukan di negara tersebut merasa terancam oleh keputusan Washington yang menggempur beberapa wilayah di Suriah.

Serangan Washington dan sekutunya ini berdalih untuk membalas serangan kimia di Douma pada 7 April 2018, yang dituduhkan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Skenario yang dirancang sebelumnya sedang dilaksanakan. Sekali lagi, kami sedang diancam. Kami memperingatkan bahwa tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan tanpa konsekuensi!," kata Antonov dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam waktu Washington atau hari ini (14/4/2018) WIB, seperti dikutip Russia Today. (BANJARMASINPOST.co.id/berbagai sumber)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved