AS Serang Suriah

Diserang AS, Inggris dan Perancis, Presiden Assad Tak Gentar dan Balik Menantang

Presiden Suriah, Bashar al Assad memberikan reaksi menantang, dalam menanggapi serangan udara yang dilakukan AS dan sekutu

Diserang AS, Inggris dan Perancis, Presiden Assad Tak Gentar dan Balik Menantang
AFP PHOTO
Presiden Suriah Bashar al-Assad saat diwawancarai sejumlah media Perancis di Damaskus, Minggu (8/1/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Militer Amerika Serikat dan sekutunya melancarkan serangan  dan melepaskan 100 misil penjelajah ke basis-basis militer Suriah di Ibu Kota Damaskus, Sabtu (14/4/2018) pagi. Serangan itu tak membuat takut Presiden Suriah Bashar al Assad.

Assad bahkan memberikan reaksi menantang, dalam menanggapi serangan udara yang dilakukan AS, Inggris dan Perancis tersebut. Ia menyatakan bersumpah akan menghancurkan pemberontakan.

"Agresi militer hanya membuat Suriah dan warga Suriah semakin bertekad melanjutkan perang dan membasmi terorisme di seluruh negeri," demikian Assad seperti dikutip kantor berita SANA.

Kecaman Rusia dan Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin, yang jadi sekutu utama Assad menyatakan, langkah tiga negara itu akan berdampak destruktif bagi seluruh sistem hubungan internasional.

Demikian dilaporkan kantor berita Rusia, TASS. Ia mengatakan, berita dibuat-buat soal serangan senjata kimia dijadikan negara-negara barat untuk membenarkan serangan terhadap Suriah. Putin juga menuntut diadakannya sidak Dewan Keamanan PBB.

Baca: AS dan Sekutu Hujani Suriah dengan 100 Misil Penjelajah, Suriah Sebut Serangan Barbar

Perdana Menteri Inggris Theresa May memberikan pernyataan balasan terhadap Putin sejam setelahnya. Ia menyebut tuduhan akan adanya rekayasa serangan senjata kimia sebagai "absurd dan berlebihan". Dalam tujuh tahun perang saudara di Suriah, Rusia berkali-kali menentang langkah internasional terhadap Assad.

Iran kecam tindakan "kriminal"

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengecam serangan udara sekutu terhadap Suriah. Ia menyebut para pemimpin AS, Inggris dan Perancis sebagai "pelaku tindakan kriminal".

"Saya mengatakan secara terbuka, serangan ini adalah kejahatan, dan tiga pemimpin yang berpartisipasi adalah pelaku tindakan kriminal," demikian dikatkaan Khamenei, dan dilaporkan kantor berita Iran, Isna.

Iran, yang jadi kekuatan Syiah di kawasn itu adalah salah satu pendukung Presiden Bashar al Assad, dan pemerintahannya yang mayoritas Alevi.

ml/ap (AP, Reuters, AFP, dpa)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Suriah Tidak Akan Ubah Haluan, Meskipun Diserang AS, Inggris dan Perancis

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved