BanjarmasinPost/

AS Serang Suriah

Klaim Hantam Fasilitas Senjata Kimia, Menhan AS Sebut Belum Ada Rencana Serangan Tambahan ke Suriah

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat ( AS), Perancis, dan Inggris di klaim telah menghantam target di Suriah.

Klaim Hantam Fasilitas Senjata Kimia, Menhan AS Sebut Belum Ada Rencana Serangan Tambahan ke Suriah
AP
Kapal perang angkatan laut AS USS Porter meluncurkan misil tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Amerika Serikat dan sekutunya telah melancarkan serangan pertama ke Suriah, Sabtu (14/4/2018), dengan melepaskan lebih dari 100 misil penjelajahnya.

Dilansir Kompas.com, serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat ( AS), Perancis, dan Inggris telah menghantam target di Suriah. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan, serangan ini dilakukan sekali, dan menyasar fasilitas yang diduga memproduksi senjata kimia di Suriah.

"Sejauh ini, kami belum berencana untuk melakukan serangan tambahan," kata Mattis dikutip dari CNBC pada Jumat (13/4/2018).

Pendapat yang sama disuarakan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford menyebut bahwa gelombang serangan ke Suriah telah berakhir.

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Persija Jakarta vs Borneo FC, Dejan Siapkan Strategi Redam Marko Simic

Baca: Rusia Klaim Pertahanan Udara Suriah Rontokkan Sejumlah Misil AS dan Sekutu

Dia berujar, serangan yang dilakukan Sekutu menyasar tiga tempat di Suriah. Pertama adalah Pusat Penelitian dan Studi Ilmu Pengetahuan. Kemudian target kedua adalah fasilitas penyimpanan senjata kimia di sebelah barat Homs.

"Kami menerima informasi di tempat ini, Suriah menyimpan Sarin," kata Dunford. Kemudian, sasaran ketiga adalah fasilitas penyimpanan senjata kimia lain yang juga berfungsi sebagai markas komando militer.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson dilansir BBC via AFP menyebut, misi militer Sekutu ke Suriah menuai kesuksesan.

"Indikasi awal menyebutkan kalau personel kami telah mengurangi kemampuan Suriah dalam memproduksi senjata kimia," beber Williamson yang menambahkan, empat jet tempurnya telah kembali dengan selamat.

Baca: Amerika Serikat dan Rusia di Ambang Perang Terbuka! Suriah Dihujani Rudal

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan ke Suriah sebagai respon dugaan penggunaan senjata kimia yang disebutnya sebagai sebuah "kejahatan seorang monster". Senjata kimia jenis gas beracun klorin itu digunakan rezim Bashar al-Assad kepada kelompok pemberontak di Douma, Ghouta Timur. Akibat serangan klorin tersebut, pada pekan lalu petugas penyelamat di Ghouta menyebut lebih dari 40 warga sipil tewas, dan 11 lainnya mengeluh mengalami gangguan pernapasan.

(Penulis : Ardi Priyatno Utomo/KOMPAS)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menhan AS Sebut Belum Ada Rencana Serangan Tambahan ke Suriah"


Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help