AS Serang Suriah

Pakai Pertahanan Kuno, Suriah Berhasil Hancurkan 71 Rudal Canggih AS, Rusia: Produksi Uni Soviet

"73 rudal di antaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan serangan udara Suriah," beber Rudskoi

Pakai Pertahanan Kuno, Suriah Berhasil Hancurkan 71 Rudal Canggih AS, Rusia: Produksi Uni Soviet
AP
Kapal perang angkatan laut AS USS Porter meluncurkan misil tomahawk ke wilayah Suriah di perairan laut Mediterania. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MOSKWA - Militer Rusia mengatakan, sistem pertahanan Suriah berhasil menghadang rudal yang ditembakkan Amerika Serikat ( AS) dan sekutunya.

Dilaporkan AFP Sabtu (14/4/2018), pejabat militer senior Sergei Rudskoi berujar, dari laporan yang diterimanya, AS dan sekutunya menembakkan lebih dari 100 rudal penjelajah.

"73 rudal di antaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan serangan udara Suriah," beber Rudskoi kembali.

Russian Today memberitakan, pangkalan militer Al-Dumayr, 40 kilometer di timur laut Damaskus, diserang oleh 12 rudal penjelajah Sekutu.

Namun, dalam keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada satu rudal pun dari Sekutu yang berhasil menghantam pangkalan tersebut.

Rudal-rudal itu diluncurkan dari dua kapal perang AS yang tengah berlayar di Laut Merah, dan dibantu oleh pesawat pembom strategis Rockwell B-1 Lancer. "Pesawat tersebut diterbangkan dari pangkalan koalisi AS di Al-Tanf, Provinsi Homs," tutur Kemenhan Rusia.

Lebih lanjut, Negeri "Beruang Merah" mengklarifikasi bahwa sistem rudal pencegat mereka tidak berkontribusi menghadang serangan Sekutu. Suriah menggunakan sistem pert

ahanan tua yang diproduksi di era Uni Soviet. Antara lain S-125 (SA-3 Goa), S-200 (SA-5 Gammon), 2K12 Kub (SA-6 Gainful), dan Rudal Buk.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Amerika Serikat dan sekutunya, Inggris serta Perancis, melakukan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Suriah.

Serangan ini dilakukan sebagai respons AS terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. Akibat serangan klorin tersebut, pada

pekan lalu petugas penyelamat di Ghouta menyebut lebih dari 40 warga sipil tewas, dan 11 lainnya mengeluh mengalami gangguan pernapasan.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help