Pilpres 2019

Romi Akui Baru Dirinya yang Mendukung Jokowi Ingin Gandeng Prabowo Jadi Cawapres

Romahurmuziy menyatakan upaya Presiden Jokowi menggandeng Prabowo Subianto belum mendapat restu dari partai koalisi.

Romi Akui Baru Dirinya yang Mendukung Jokowi Ingin Gandeng Prabowo Jadi Cawapres
kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEMARANG -Mengejutkan, Ketua Umum Partai Gerindra Probowo Subianto yang sudah menerima amanat partai yang dipimpinnya maju sebagai Cawapres 2019, malah siap dipinang Jokowi sebagai Cawapres di 2019.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy menyatakan upaya Presiden Jokowi menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belum mendapat restu dari partai koalisi.

Dilansir Kompas.com, Romi, sapaannya, mengatakan, saat ini ketua umum partai politik yang menyetujui Jokowi bergabung bersama Prabowo sebagai pasangan calon baru dirinya seorang.

Sebab ia beranggapan dengan bergabungnya Jokowi dan Prabowo sebagai pasangan calon maka akan menghilangkan potensi konflik di masyarakat saat pemilu nanti. Bahkan, aku Romi, saat itu Jokowi sempat menanyakan ide untuk menggandeng Prabowo sebagai cawapres kepadanya. Romi langsung menyetujui usulan tersebut tanpa berkonsultasi dengan siapapun.

Baca: Tengah Hangat Jokowi-Prabowo Berpasangan di Pilpres 2019, Pro-1 Usung Muhaimin dan Gatot Nurmantyo

Baca: Prabowo Jadi Cawapres Jokowi, PKS Pun Tak Berdaya, Terlalu Bersar Harga yang Dibayar Gerindra

"Agak kaget Pak Jokowi memang menanggapi jawaban saya. Tapi waktu itu saya pilih untuk menyetujui segera. Kenapa? Pertama akan ada aklamasi nasional. Karena semua survei kalau Jokowi-Prabowo bersatu maka di atas 70 persen," ujar Romi di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP, di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

"Kedua, sumber daya untuk bertengkar berkelahi, mencaci, menghina selama 8 bulan ke depan sejak bulan Agustus sampai April nanti tidak terjadi sehingga bangsa ini utuh," lanjut dia. Namun, ide tersebut, sambung Romi, belum disambut positif oleh ketua umum parpol lain yang sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai capres.

Beberapa dari mereka masih meminta waktu untuk memikirkan jawaban ihwal ide tersebut. Selain itu, kata Romi, hanya 10 persen relawan Jokowi yang setuju bila mantan Gubernur DKI Jakarta itu bersanding dengan Prabowo di Pilpres 2019.

"Maka kemudian saya tanya, bapak sendiri nyamannya bagaimana? 'Saya belum bisa jawab karena memang saya harus meminta persetujuan semua ketum partai sementara ketum yang ada saat ini enggak lengkap. Ada yang berada di luar negeri. Ada yang minta jawabnya nanti'," kata Romi menirukan ucapan Jokowi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung dan Live Southampton Vs Chelsea di Liga Inggris, Jadi Penentu Nasib Conte!

Romi sebelumnya menyatakan alasan utama Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi cawapres ialah demi menjaga persatuan nasional. Ia mengungkapkan, saat menawari Prabowo sebagai cawapres, Jokowi berkaca pada Pilkada DKI Jakarta yang dipenuhi ketegangan dan berpotensi memicu konflik.

"Beliau menyampaikan, bayangkan gaduhnya republik ini. DKI Jakarta saja yang satu provinsi luar biasa gaung perbedaannya. Kemudian intoleransi meningkat dengan simpul-simpul agama," kata Romi, sapaannya, di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

(Penulis : Rakhmat Nur Hakim/Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mayoritas Partai Koalisi dan Relawan Tak Restui Jokowi Gandeng Prabowo"

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help