AS Serang Suriah

VIDEO Mahasiswa Indonesia Tunjukkan Kondisi Terkini Damaskus Suriah, Warga Tak Takut Ramai di Pasar

Di video terlihat Pasar Hamidiyah Damaskus, Suriah yang tampak ramai baik oleh yang berjualan maupun pembeli, seperti tidak terjadi apa-apa.

VIDEO Mahasiswa Indonesia Tunjukkan Kondisi Terkini Damaskus Suriah, Warga Tak Takut Ramai di Pasar
via KOMPAS.com
Foto yang dirilis lewat akun Twitter resmi pemerintah Suriah pada Sabtu (14/4/2018) memperlihatkan ledakan terjadi di pinggiran Damaskus usai serangan udara Sekutu.(HANDOUT / STR) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAMASKUS - Koalisi militer Amerika Serikat Inggris dan Prancis dan sekutunya melancarkan serangan ke Suriah, Sabtu (14/4/2018) dini hari waktu Indonesia.

Dalih serangan itu adalah tuduhan serangan senjata kimia yang dilakukan tentara Suriah di kota Douma pekan lalu.

Serangan itu diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui pidato yang disiarkan televisi.

"Sebuah operasi gabungan bersama angkatan bersenjata Prancis dan Inggris sedang berlangsung sekarang," kata Presiden Trump dalam pidato itu.

Baca: Pakai Pertahanan Kuno, Suriah Berhasil Hancurkan 71 Rudal Canggih AS, Rusia: Produksi Uni Soviet

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut, ia mengutuk "sekeras-kerasnya" serangan itu dan menegaskan Rusia akan menyerukan sidang darurat PBB.

Serangan rudal tiga negara barat terhadap Suriah, dan memperingatkan bahwa "tindakan semacam itu tak akan dibiarkan begitu saja."

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di TV Rusia, Putin mengatakan, menyerang Suriah adalah 'tindakan agresi.'

Televisi Pemerintah Suriah menyatakan, sistem prtahanan rudal Suriah menembak jatuh sejumlah rudal AS.

Sementara Menteri Pertahanan AS, James Matis mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini tak ada laporan tentang kerugian di pihak AS.

Halaman
123
Penulis: Royan Naimi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help