Pahlawan Pasar Terapung Era 90 an

Jualan Pakai Jukung, Pemeran Jempol Oke Hj Ida Bisa Sekolahkan Anak S2

Hj Ida mengangkat jempol kanan dan seolah menyapa pemirsa dengan senyumnya dari tengah Pasar Terapung

Jualan Pakai Jukung, Pemeran Jempol Oke Hj Ida Bisa Sekolahkan Anak S2
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengenakan kebaya yang dibalut kerudung putihnya, Hj Nor Farida atau biasa disebut Hj Ida yang semula sibuk membereskan barang jualannya, perlahan lakukan ini.

Hj Ida mengangkat jempol kanan dan seolah menyapa pemirsa dengan senyumnya dari tengah Pasar Terapung Kuin Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel.

Ya, begitulah adegan yang dilakoni Hj Ida pada sebuah iklan televisi swasta nasional yang sempat menghiasi layar kaca era 90-an.

Baca: Perawat Manis Ini Nyaris Jadi Mangsa, Kebohongan TNI Ini Keburu Ketahuan

Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida
Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida (KOLASE BPOST ONLINE)

Baca: Bikin Merinding! Ngeri! Ojek Ini Khusus Layani Orang-orang yang Sudah Meninggal Dunia, Ini Kisahnya!

Baca: PKS Siapkan Poros Baru Jika Prabowo Berlaku Seperti Ini, Harapkan Cak Imin Bergabung

Namun tidak sekedar adegan biasa, melainkan perannya sebagai pedagang di Pasar Terapung Kuin, sudah dijalani Ida sejak 13 tahun yang lalu.

Hj Nor Farida atau biasa disebut Hj Ida

Bahkan yang menarik, meski hanya bermodalkan sebuah perahu dan dayung saja guna membawa barang dagangannya berjualan di Sungai Barito Kuin Selatan, namun Hj Ida ternyata mampu menghidupi delapan anaknya dengan baik dan sukses.

"Alhamdulillah, dari delapan orang anak saya yang lulus SMA, dua diantaranya bisa menempuh pendidikan hingga S1 dan S2," jelasnya.

Ida menceritakan pekerjaannya sebagai pedagang Pasar Terapung semula dimulainya sejak 1992 lalu. Saat itu kondisi ekonomi keluarganya lagi tidak labil.

"Dulunya suami saya kerja kayu, tapi berhenti tahun 1985. Nah, tujuh tahun sempat serabutan, saya memutuskan berjualan di Pasar Terapung," jelasnya.

Ida juga bersyukur berdagang selama 13 tahun menggunakan perahu di Sungai Barito, hingga kini ia pun tidak pernah mengalami musibah.

"Berbeda dengan teman yang lain, ya ada tenggelam, terbalik atau karam lainnya lah," cerita Ida. (BANJARMASINPOST.CO.ID /A RIZKI ABDUL GANI)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved