Berita Kalteng

Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba, Tokoh Masyarakat Desak Pembentukan BNN di Kabupaten

Belum dibentuknya Organisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 12 Kabupaten di Kalimantan Tengah mendapat perhatian kalangan

Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba, Tokoh Masyarakat Desak Pembentukan BNN di  Kabupaten
tribunkalteng.co/fathurahman
Pengurus DAD Kalteng dalam satu pertemuan di Palangkaraya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Belum dibentuknya Organisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 12 Kabupaten di Kalimantan Tengah mendapat perhatian kalangan tokoh masyarakat setempat.

Mereka mendesak agar BNN yang belum dibentuk di kabupaten segera dibangun struktur organisasi dan kantornya.

Pengurus Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, Lukas Tingkes, saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembamgunan Daerah (Musrrnbangda) Kalimantan Tengah, meminta pemerintah pusat dan Pemprov Kalteng turut serta berpartisipasi dalam mebentuk BNN di daerah tersebut.

Baca: Video Viral! Perempuan Berpakaian Minim Ini Menari di Pantai Jepara, Heboh di Media Sosial

Mantan Wali Kota Palangkaraya ini, memandang perlu dibentuknya BNN di 12 kabupaten di daerah, karena peredaran barkoba di daerah cukup parah.

Untuk mengatasinya harus ada lembaga BNN di daerah untuk penanggulangan kedepan agar penangananya bisa lebih baik lagi.

Baca: Wow! Penampilan Baru Jessica Iskandar Semakin Cetar Membahana, Benarkah Hijrah ke Amerika?

"Kalteng masuk jalur merah peredaran narkoba, sudah selayaknya semua kabupaten dan kota se Kalteng ada BNN agar penanganan masalah narkoba bisa teratasi dengan baik, dan diperlukan kerjasama yang baik untuk penanggulangannya," ujarnya.

Dikatakan, peredaran narkoba saat ini sudah merambah hingga ke daerah pedalaman penanganannya pun harus benar-benar serius, agar peredaran tersebut bisa ditangkal sejak dini.

"Ini mendesak untuk di bentuk,"ujarnya lagi.

Baca: Kyuhyun Kunjungi Super Junior saat Dapat Cuti Tugas Wajb Militer

Soal pemberantasan narkoba di Kalteng ini, juga menjadi perhatian Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, H Agustiar Sabran, yang mengharapkan semua pihak berpartisipasi dalam melakukan pencegahan barang haram tersebut masuk ke Kalteng dan merusak generasi bangsa.

Makin maraknya beredar obat terlarang jenis Zenit maupun Narkoba, masih menjadi pembicaraan warga Kalteng, apalagi tiga kota yakni Sampit, Palangkaraya dan Pangkalanbun sudah masuk zona merah narkoba.

Ironisnya, hingga saat ini BNN di Kalteng baru ada di dua kota yakni Pangkalanbun (Kobar) dan Palangkaraya.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved