AS Serang Suriah

Menlu Indonesia Fokus Menyelamatkan Ribuan WNI di Suriah

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan saat ini pemerintah fokus menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) di Suriah.

Menlu Indonesia Fokus Menyelamatkan Ribuan WNI di Suriah
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan saat ini pemerintah fokus menyelamatkan warga negara Indonesia (WNI) di Suriah.

"Kami pantau terus kondisinya seperti apa warga negara Indonesia menjadi prioritas kita saat ini. Kami tidak mau ada korban dari situasi ini terhadap warga negara kita," ujar Retno di Atrium Utama, Mal Central Park Jl Letjen S Parman, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (14/4).

Retno mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan duta besar Indonesia di beberapa negara untuk memantau kondisi di Suriah.

Baca: Heboh Video Vanessa Angel Mabuk di Tempat Hiburan Malam Beredar di Internet, Teh Botol Sosro Kalee

Hal ini dilakukan karena masih terdapat ribuan warga Indonesia yang tinggal di Suriah.

"Saya sudah melakukan komunikasi dengan semua duta besar kita, pertama dengan duta besar kita di Damaskus. Yang kedua adalah duta besar kita di wilayah Timur Tengah. Dan yang ketiga adalah dengan duta besar kita yang di wilayah Eropa juga dan duta besar kita yang berada di Washington DC," ujar Retno.

Baca: Heboh Prahara Rumah Tangga Angel Lelga-Vicky Prasetyo Disebut Settingan dan Gimmick oleh Warganet

Retno mengatakan perlindungan pada masyarakat sipil jadi prioritas pemerintah, terutama terhadap wanita dan anak-anak.

"Proteksi masyarakat menjadi prioritas masyarakat sipil terutama adalah wanita dan anak-anak, dan kita berusaha terus untuk melindungi warga negara kita," tutur Retno.

Baca: Ya Tuhan! Ternyata Bukan Dijodohkan, Bocah SMP Ini Nekat Menikah Muda karena Takut Bobo Sendirian

Retno meminta pada seluruh pihak untuk menghormati hukum internasional.

Serta ia juga mengingatkan agar selalu mengedepankan piagam PBB untuk perdamaian dunia.

"Jadi saya kira sudah waktunya bagi semua pihak menahan diri, dan semua pihak untuk menghormati hukum internasional, norma internasional, termasuk piagam PBB yang mengedepankan keamanan dan perdamaian dunia," ujar Retno.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help