AS Serang Suriah

NEWS ANALYSIS: Perang Suriah Awalnya Pertempuran antara Mereka yang Melawan Assad.

SEBELUM perang Suriah dimulai, banyak orang Suriah mengeluh tentang tingginya tingkat pengangguran, korupsi yang meluas

NEWS ANALYSIS: Perang Suriah Awalnya Pertempuran antara Mereka yang Melawan Assad.
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SEBELUM perang Suriah dimulai, banyak orang Suriah mengeluh tentang tingginya tingkat pengangguran, korupsi yang meluas, kurangnya kebebasan politik dan represi negara di bawah Presiden Bashar al-Assad, yang menggantikan ayahnya, Hafez, pada tahun 2000.

Maret 2011 terjadi Perang Suriah, demonstrasi pro-demokrasi yang terinspirasi dari Musim Semi Arab (Arab Spring) meletus di kota selatan Deraa.

Awal mula perang Suriah terjadi setelah penggunaan kekuatan mematikan pemerintah untuk menghancurkan perbedaan pendapat, yang kemudian memicu demonstrasi nasional yang menuntut pengunduran diri presiden.

Awalnya perang Suriah ini lebih dari sekadar pertempuran antara mereka yang melawan Assad.

Baca: Heboh Video Vanessa Angel Mabuk di Tempat Hiburan Malam Beredar di Internet, Teh Botol Sosro Kalee

Namun belakangan ada intervensi kekuatan regional dan dunia, termasuk Iran, Rusia, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Dengan adanya dukungan militer, finansial dan politik untuk pemerintah dan oposisi menjadikan Suriah sebagai medan pertempuran.
Kekuatan eksternal juga dituduh mendorong sektarianisme dalam kondisi negara yang sebelumnya terkenal sekuler, yang melibatkan mayoritas Sunni di negara tersebut terhadap sekte Syi’ah Alawite (Syi’ah Alawi) yang dianut presiden.

Pembagian semacam itu mendorong kedua belah pihak untuk melakukan kekejaman yang tidak hanya menyebabkan hilangnya nyawa, tapi juga menghancurkan komunitas.

Baca: Heboh Prahara Rumah Tangga Angel Lelga-Vicky Prasetyo Disebut Settingan dan Gimmick oleh Warganet

Rusia, yang menganggap kelangsungan hidup Presiden Assad penting untuk mempertahankan kepentingannya di Suriah, meluncurkan serangan udara pada bulan September 2015 dengan tujuan untuk “menstabilkan” pemerintah.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help