Berita Kalteng

Pemerintah Hanya Bisa Melarang Tapi Tidak Berikan Solusi Bagi Petani Kalteng

Adanya larangan membuka lahan dengan cara bakar diakui Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Sabran Achmad

Pemerintah Hanya Bisa Melarang Tapi Tidak Berikan Solusi Bagi Petani Kalteng
tribunkalteng.com/faturahman
Tokoh Dayak Kalteng, Sabran Achmad. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kesulitan warga pedalaman Kalimantan Tengah untuk membuka lahan pertanian atau ladang berpindah dengan cara membakar lahan untuk menugal, diakui tokoh dayak Kalteng, setelah banyak dapat informasi dari warga pinggiran.

Adanya larangan membuka lahan dengan cara bakar diakui Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Sabran Achmad, mengakibatkan, warga pelosok kehilangan pekerjaan untuk mencari nafkah untuk anak dan istri mereka sehingga sangat memprihatinkan.

Tokoh Dayak Kalteng, Sabran Achmad, saat ditanya terkait keluhan warga pedalaman adanya larangan membakar lahan, membenarkan, bahwa aturan tersebut membelanggu warga pelosok Kalteng yang selama ini sudah terbiasa membersihkan lahan dengan cara bakar kemudian menugal.

Baca: Jelang Laga Barito Putera vs PSM Makassar, Ancaman dari Sang Mantan

"Mereka banyak yang datang dan menginformasikan, serta mengeluhkan hal itu, sebab selama ini, jika pun mereka membakar lahan untuk pembukaan ladang berpindah atau menugal, sudah susah, karena takut ditangkap aparat, karena dianggap melanggar hukum, " ujarnya.

Sebab itu, sebut Sabran,sudah selayaknya pemerintah jangan hanya bisa melarang, tetapi juga harus bisa memberikan solusi, terkait larangan tersebut.

"Mau makan apa warga pelosok jika dilarang bercocok tanam, jika memberihkan lahan dengan cara bakar dilarang, mana solusi pemerintah,"ujarnya. (banjarmasinpostco.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved