Berita Kalteng

Peredaran Narkoba Sudah Merambah Pelajar, Per Bulan Diperkirakan 20 Kg Narkoba Masuk Kalteng

Kekhawatiran makin maraknya peredaran Narkotika dan Obat terlarang di Kalimantan Tengah oleh warga cukup beralasan

Peredaran Narkoba Sudah Merambah Pelajar, Per Bulan Diperkirakan 20 Kg Narkoba Masuk Kalteng
tribunkalteng.co/fathurahman
Obat terlarang jenis Zenith sebanyak 3,7 juta butir lebih yang mengandung PCC saat dimusnahkan di Mapolda Kalteng beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kekhawatiran makin maraknya peredaran Narkotika dan Obat terlarang di Kalimantan Tengah oleh warga cukup beralasan, mengingat beberapa waktu lalu, polisi sempat mengamankan sebanyak, 3,7 juta butir lebih obat terlarang jenis Zenith di Pelabuhan Sampit.

Masuknya obat tersebut diduga ingin dipasarkan ke Provinsi Kalimantan Tengah, karena selama ini pengguna obat terlarang tersebut makin banyak dan sudah merambah kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca: Usai Hapus Foto Suami di IG, Angel Lelga Berikan Klarifikasi: Saya Terbawa Emosi

Bahkan Kepala BNN Kalteng, Brigjen Pol Lilik Heri S, dalam apel gabungan TNI, Polri, Kabinda dan BNN, di Markas Shabara Polda Kalteng, memperkirakan, jumlah narkoba yang masuk ke Kalteng dalam perbulan bisa mencapai 20 kilogram.

Kalteng sebagai provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, memang jadi target untuk menjadi pasar perrdaran narkoba tersebut.

Baca: Baru Terungkap! Iklan Jempol Oke Dibeli TV Swasta Rp 1 Miliar, Tapi Hj Ida Dapat Rp 40 Ribu

"Itu sebabnya dalam memerangi narkoba harus dilakukan bersama dan perlu dibentuk BNN di semua kabupaten yang ada di Kalteng," ujarnya.

Soal rencana pembentukan BNN di daerah tersebut, dia menegaskan sudah membicarakannya dengan Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan sudah direspon dengan meminta semua bupati membantu dalam pembentukannnya, agar upaya pencegahan bisa maksimal dilakukan.

Baca: Protes Kocak Soal Matematika UNBK 2018 oleh Pelajar SMA, Ini Jawaban Jenaka Kemendikbud RI

Sementara itu, informasi terhimpun, Minggu (15/4/2018), setelah pemeerintah mengenakan para pengguna obat terlarang jenis Zenith yang mengandung PCC masuk dalam kategori narkoba dan hukumannya juga sama seperti pengguna narkoba membuat pengguna lebih berhati-hati dalam penjualannya, tidak vulgar seperti sebelumnya saat pengguna hanya dikenakan UU Kesehatan terhadap pengguna dan pengedarnya.

www.banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved