Pahlawan Pasar Terapung Era 90 an

Sejak 1950, Pasar Terapung Mulai Menghilang, Hj Ida: Dibandingkan Lok Baintan di Kuin Lebih Tua

Sederet kenangan tentang keindahan Pasar Terapung Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel pun seolah hilang

Sejak 1950, Pasar Terapung Mulai Menghilang, Hj Ida: Dibandingkan Lok Baintan di Kuin Lebih Tua
KOLASE BPOST ONLINE
Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kini Hj Nor Farida atau akrab disapa Hj Ida, sudah berusia senja.

Sederet kenangan tentang keindahan Pasar Terapung Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel pun seolah hilang termakan usianya.

Kini, satu persatu pedagang di Pasar Terapung pun berpindah lapak. Dari yang semula di Sungai, kini lebih memilih menggelar barang jualannya ke pasar tradisional di daratan.

Baca: Lewat Jempol Oke 32 Detik, Hj Ida Disebut-sebut Pahlawan Pasar Terapung di Era 1990-an

Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida
Hj Nor Farida atau lebih akrab disapa Hj Ida (banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie)

Selain itu, pesat keberadaan kendaraan membuat masyarakat semakin mudah mendistribusikan segala barang dagangannya.

Baca: Bagini Kabar Terbaru Si Jempol Oke Hj Ida, Sudah 3 Tahun Tak Mengayuh Jukung

"Jadi kalau dulu di Pasar Terapung Kuin ada ratusan pedagang atau perahu, kini paling belasan orang yang tersisa," kata Ida.

Baca: 8 Tahun Jadi Bintang Iklan, Hj Ida Buka-bukaan Soal Syuting Jempol Oke, Saya Sempat Menyerah

Warga Kuin Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara itu juga mengaku menyayangkan atas kondisi tersebut.

Padahal menurutnya dari beberapa Pasar Terapung yang kini ada di Kalsel, Pasar Terapung di Kuin Selatan yang tertua keberadaannya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved