B Fokus Urban Life

Ichwan Imbau Pengelola Feri Penyeberangan Mengutamakan Keselamatan Penumpang

Di sisi lain, dengan situasi demikian, pemerintah setempat belum memiliki regulasi yang mengatur kegiatan jasa penyeberangan tradisional ini.

Ichwan Imbau Pengelola Feri Penyeberangan Mengutamakan Keselamatan Penumpang
BPost Cetak
Tidak bisa bangun jembatan, setidaknya tetap perlu peran pemerintah untuk membantu warganya, baik yang memiliki usaha jasa feri maupun yang memerlukan jasa ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BANYAK anak Sungai Barito, tapi tidak cukup jembatan penyeberangan.

Itulah yang terjadi di wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Jangan heran, meski menjadi ibu kota Provinsi Kalsel, di Kota Seribu Sungai ini bermunculan jasa feri penyeberangan.

Di sisi lain, dengan situasi demikian, pemerintah setempat belum memiliki regulasi yang mengatur kegiatan jasa penyeberangan tradisional ini.

Baca: Pantai Kartini Jepara Heboh Ada Tarian Erotis, Begini Cerita Lengkapnya yang Menghebohkan

Kalau menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, saat ini Pemko Banjarmasin sedikitnya memiliki sebanyak lima dermaga feri.

Di antaranya, dermaga Banjar Raya, Alalak, Ujungmurung, Pasar Baru dan Pasar Lima.

"Dan dermaga tersebut masing-masing memiliki fungsi. Ada yang hanya sebagai tempat bongkar muat barang atau penumpang, serta ada juga yang keduanya sekaligus," jelas Ichwan.

Baca: Bikin Baper, Cara Syahnaz dan Jeje Govinda Bertemu Meski Dipingit Jelang Pernikahan 21 April Nanti

Sedangkan pelabuhan-pelabuhan yang berada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara, Ichwan menyebutkan, milik warga.

Ia juga tidak menampik selama ini belum ada aturan yang menyebutkan pemungutan terhadap operasional (tambat) terhadap dermaga untuk jenis feri tersebut.

Baca: Wah Syahrini Terbang ke Romania Demi Pemotretan, Loh Malah Heboh Foto Anehnya

"Secara aturan, memang belum ada. Tapi seperti mengenai izin tambat dan lainnya, harusnya perlu. Namun untuk itu, kami belum sampai ke sana dulu karena harus membenahi di dalam organisasi," jelasnya.

Ichwan hanya mengimbau agar kepada pengelola jasa angkutan feri penyeberangan tetap mengutamakan keselamatan penumpangnya, baik dari penyediaan kelengkapan alat keselamatan hingga pengecekan berkala operasional.

"Hal ini perlu dilakukan, mengingat feri penyeberangan merupakan akomodasi umum yang membawa banyak penumpang," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help