B Focus Urban Life

Jasa Feri Tidak Hanya Kejar Untung, Ada Sebagian Penumpang yang Digratiskan, Terutama Pelajar

BEL tanda pulang sekolah telah berbunyi, Una sudah bersiap dengan tas berisikan buku-bukunya, setelah itu, bergegas meninggalkan kelas.

Jasa Feri Tidak Hanya Kejar Untung, Ada Sebagian Penumpang yang Digratiskan, Terutama Pelajar
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Tidak mengedepankan untung, justru jasa feri tradisional malah melebihi fasilitas milik pemerintah, yakni mengedepankan pelayanan dan juga beramal. Itulah hebatnya mereka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BEL tanda pulang sekolah telah berbunyi, Una sudah bersiap dengan tas berisikan buku-bukunya, setelah itu, bergegas meninggalkan kelas.

Berjalan kaki menuju dermaga feri penyeberangan di Kelurahan Alalak Tengah, Kecamatan Banjarmasin Utara, murid kelas III Madrasah Ibtidaiyah Zam-zam tersebut kemudian terlihat menunggu di tepian sungai.

Ketika itu, Una tidak sendiri, Dia bersama beberapa teman, sekaligus warga Alalak Berangas lainnya.

Tak lama, cepat-cepat menaiki sebuah kapal feri yang sudah berlabuh siang itu.

Baca: Pemerintah Tidak Mampu Bangun Jembatan, Jasa Feri Bermunculan, Sehari Bisa Dapat Rp500 Ribu

"Iya, saya memang setiap hari jalan kaki dan naik feri ini. Sebenarnya sudah bisa naik motor. Tetapi tidak diperbolehkan guru. Apalagi, jaraknya agak jauh," celoteh anak tersebut.

Una juga mengaku menggunakan jasa penyeberangan feri karena lebih dekat dari rumahnya ke sekolah.

Selain itu, dengan jasa angkutan air tersebut, terkadang dibebaskan dari ongkos.

"Karena kata Amangnya (operator feri, Red.), kalau jalan kaki, gratis naik feri. Jadi, tidak bayar," ujar Una sembari tersenyum.

Baca: Bikin Baper, Cara Syahnaz dan Jeje Govinda Bertemu Meski Dipingit Jelang Pernikahan 21 April Nanti

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved