BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Kalau 2 Kabupaten Tetapkan Darurat Karhutla, Maka Provinsi Kalsel akan Bertindak

"Pada intinya Gapki siap, kami sebentar lagi akan mengadakan rapat internal untk membahas soal kesiapan"

Kalau 2 Kabupaten Tetapkan Darurat Karhutla, Maka Provinsi Kalsel akan Bertindak
nia kurniawan
Kebakaran hutan dan lahan terjadi kembali di Jalan Mistar Cokrokusumo mendekati kantor Gubernur Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bukan hanya antisipasi acaman kebakaran di lahan gambut, akan tetapi kesiapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalsel jua disiapkan untuk perkebunan, termasuk perkebunana sawit.

Menurut Sekertaris Eksekutif Gabungan pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Kalsel, Yuliani, Senin (16/4/2018) pihaknya siap untuk meminimalisasi dan mencegah adanya ancaman kebakaran lahan.

"Pada intinya Gapki siap, kami sebentar lagi akan mengadakan rapat internal untk membahas soal kesiapan ini di internal Gapki," kata dia sembari menjelaskan ada sebanyak 47 perusahaan sawit yang gabung di Gapki Kalsel.

Baca: LIVE STREAMING Grand Final Indonesian Idol 2018 Abdul vs Maria di RCTI, Alumni Idol Tak Mau Kalah

Baca: Klik di Sini Pengumuman SNMPTN 2018, Ingat Pukul 17.00 WIB Esok!

Diketahui, jelang musim kemarau, satu kabupaten di Kalsel telah menetapkan siaga darurat Karhutla yaitu Kabupaten HSU. Jadi tinggal satu daerah lagi yang menetapkan siaga, maka pihak Pemerintah Provinsi Kalsel akan menetapkan siaga darurat Karhutla.

Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, menjelaskan Kabupaten HSU sudah menetapkan siaga darurat Karhutla pada 10 April lalu hingga 31 Oktober.

"Kami masih menunggu satu daerah lagi Kabupaten atau kota untuk membuat SK siaga darurat, saat ini HSU sudah menetapkan siaga darurat Karhutla," jelasnya.

Selain HSU, daerah lain yang memungkinkan untuk siaga darurat Karhutla jelasnya yaitu Banjarbaru, Banjar, Kotabaru, Tanahlaut, HSS dan Batola.

"Daerah-daerah itu diketahui ada hotspot sehingga bisa saja dari beberapa daerah itu menetapkan siaga darurat Karhutla," ujarnya.

Terpantau 15 titik panas di Kalsel diketahui berasal dari kabupaten Banjar, Tabalong dan Kotabaru. Jumlah hotspot sendiri tambahnya muncul dan hilang namun tidak bertambah.

Meski sudah terdapat titik panas di Kalsel ia mengatakan pihaknya sudah siaga pencegahan Karhutla. Diantaranya sudah ada 2000 petugas dari semua unsur instansi yang sudah siaga san melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Anggaran pun lebih banyak dikucurkan untuk pencegahan, diantaranya sinergitas, dan sosialisasi dibanding pemadaman. (BanjarmasinPost.co.id/Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help