Tajuk

Kucing-kucingan

BANJARMASIN memang mulai menjelma menjadi kota metropolis yang antara lain dicirikan kian padatnya arus lalu lintas.

Kucing-kucingan
banjarmasinpost.co.id/apunk
Ilustrasi --pemilik mobil kebingungan usai keluar dari sebuah bank melihat ban belakang mobilnya digembok dan hanya mendapati secarik kertas pemberitahuan yang sengaja ditempel petugas saat menilang. 

BANJARMASIN memang mulai menjelma menjadi kota metropolis yang antara lain dicirikan kian padatnya arus lalu lintas. Perpakiran pun menjadi salah satu permasalahan yang rumit dan kompleks.

Apalagi populasi yang menghuni ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini lumayan banyak dan terus bertambah, sementara ruas jalan yang ada nyaris tetap. Tak heran jika kemacetan lalu lintas makin sering terjadi.

Terutama pada jam sibuk yakni pagi dan siang, di sejumlah kawasan kota ini selalu terjadi kemacetan yang luar biasa. Contohnya di sekitar simpang empat di Jalan Perintis Kemerdekaan dan di simpang empat Jalan Veteran-Jalan Gatot Subroto.

Momen libur panjang dan akhir pekan pun kemacetan menjadi momok. Terutama di ruas jalan menuju pusat-pusat perbelanjaan, baik pasar modern maupun tradisional. Puluhan hingga ratusan unit kendaraan bermotor, khususnya roda empat, terjebak kemacetan.

Seperti pada Sabtu (14/4) sore sebagaimana diwartakan Banjamasin Post edisi Minggu (15/4) kemarin, ruas jalan menuju pusat perbelanjaan modern, Duta Mall, sesak oleh kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua. Lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Kilometer 1, macet. Kendaraan bermotor terutama mobil terpaksa bergerak merayap. Termasuk jalan alternatif menuju mal terbesar di Kalsel itu yakni di Jalan Simpangulin tembus Jalan Veteran, juga tak kalah parah kemacetannya.

Lantaran sulitnya masuk ke area parkir Duta Mall, sebagian pengunjung terpaksa memarkir mobilnya di kawasan Jalan Simpangulin di sisi Barat mal tersebut. Kebetulan area tersebut cukup lapang karena badan jalan setempat baru diperlebar dan diaspal mulus.

Pemerintah Kota Banjarmasin telah memajang pelang larangan parkir di area tersebut. Namun selama ini pada kondisi tertentu, ada saja orang yang mengambil kesempatan menjadikannya tempat parkir dadakan ketika pengunjung Duta Mall membeludak.

Begitu halnya pada Sabtu sore kemarin, ada beberapa orang yang mengarahkan sejumlah pengunjung mal untuk memarkir mobil di area tersebut. Selama ini mereka selalu beraksi kucing-kucingan memanfaatkan kelengahan petugas.

Mereka bahkan mematok tarif parkir yang cukup tinggi hingga Rp 20 ribu. Meski mahal, namun pemilik mobil rela membayarnya karena terpenting bisa segera memarkir mobil dan selanjutnya berbelanja atau bersantai di mal bersama sanak kerabat.

Dinas Perhubunan Kota Banjarmasin pun turun tangan merazia parkir liar tersebut. Sedikitnya 20 unit mobil yang parkir di area terlarang tersebut yang digembok rodanya. Namun lantaran pemilik mobil umumnya warga dari luar Banjarmasin, sehingga tidak dilakukan penilangan tapi teguran.

Berkaca dari kasus tersebut, sudah saatnya pemerintah kota memperbanyak area parkir umum di titik-titik yang kerap ‘diserbu’ warga seperti pusat perbelanjaan. Dalam hal ini pemerintah bisa menggandeng pihak ketiga untuk berinvestasi menyediakan area parkir, baik berupa parkir horizontal atau vertikal berupa gedung khusus parkir. Semoga. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help