Kriminalitas Kalteng

NEWSVIDEO - Warga Datangi Polres Palangkaraya, Laporkan Dugaan Pemalsuan Kepemilikan Lahan

Kedatangan warga tersebut di dampingi oleh seorang pengacara Suriansyah Halim yang menangani kasus tumpang tindih lahan

BANJARMSINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sekitar 50 orang warga yang berasal dari Jalan Chandra Buana, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (16/4/2018) ngeluruk ke Mapolres Palangkaraya.

Kedatangan warga tersebut di dampingi oleh seorang pengacara Suriansyah Halim yang menangani kasus tumpang tindih lahan yang menimpa ratusan warga yang tinggal di Kawasan Jalan Chandra Buana tersebut.

Warga mengatakan, terpaksa mengadukan kasus tumpang tindih lahan tersebut, karena mereka sudah belasan tahun menempati lokasi lahan tersebut dan sudah membangun rumah juga memiliki SKT sebagian juga sudah punya sertifikat.

Baca: Tanah Tumpang Tindih Kepemilikan, Puluhan Warga Chandra Buana Mengadu ke Polisi

Namun, belakangan, malah lahan milik mereka diklaim sudah ada pemiliknya bahkan sudah memiliki sertifikat yang menindih surat keterangan tanah yang sudah lama dimiliki oleh warga.

"Kami dijanjikan untuk ganti rugi oleh developer yang membangun rumah dikawasan rumah kami, tetapi sampai saat ini belum juga ada ganti ruginya, makanya kami adukan hal ini kepada polisi untuk menanganinya," ujar salah satu warga.

Baca: BREAKING NEWS - Pengusaha Sarang Walet Palangkaraya Dirampok, Begini Modus dan Kerugiannya

Sementara itu, pengacara warga Suriansyah Halim, mengatakan, pihaknya, melihat kasus tersebut, ada indikasi mafia dalam pembuatan sertifikat tanah.

"Ada beberapa pihak yang dilaporkan terkait pembuatam sertifikat tanah tersebut, dari pihak kecamatan, kelurahan hingga BPN, karena mereka menindih lahan yang sudah ada pemiliknya, kemudian lahan tersebut dijual ke Developer," ujarnya.(Banjarmasnpost.co.id/Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help