AS Serang Suriah

Reaksi Negara Arab Atas Serangan AS ke Suriah : Dua Negara Ini Justru Berikan Dukungan

Saat mayoritas pemimpin negara Barat mendukung serangan keras yang dilancarkan AS, Inggris dan Perancis kepada Suriah, Jumat (13/4/2018) malam

Reaksi Negara Arab Atas Serangan AS ke Suriah : Dua Negara Ini Justru Berikan Dukungan
Kompas.com
Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah.(AFP/Handout/STR/SYRIAN GOVERNMENTS CENTRAL MILITARY MEDIA) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DAMASKUS - Saat mayoritas pemimpin negara Barat mendukung serangan keras yang dilancarkan AS, Inggris dan Perancis kepada Suriah, Jumat (13/4/2018) malam, reaksi berbeda ditunjukkan para pemimpin negara-negara Arab.

AS bersama dengan sekutunya telah menembakkan lebih dari 100 misil ke tiga fasilitas militer Suriah yang diyakini terkait dengan serangan senjata kimia di kota Douma di Ghouta Timur sepekan sebelumnya.

Presiden Donald Trump menyebut serangan yang dilancarkan terhadap rezim Bashar al-Assad telah berjalan dengan lancar dan mengenai semua situs yang menjadi sasaran.

Negara-negara yang mendukung serangan AS ke Suriah di antaranya Israel, Kanada, Turki dan NATO.

Lantas bagaimana pandangan negara-negara Arab lain atas serangan militer AS dan sekutunya itu?

Berikut komentar sejumlah negara Arab, dilansir dari The New Arab:

1. Qatar

Qatar menjadi negara Teluk Arab pertama yang bereaksi terhadap serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah.

Pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Qatar, Sabtu (14/4/2018) menunjukkan dukungannya terhadap serangan yang bertujuan untuk menghentikan pasukan rezim Assad menggunakan senjata kimia yang membahayakan warga sipil.

"Qatar menyampaikan dukungannya kepada AS, Inggris dan Perancis atas operasi militer yang menargetkan sasaran spesifik rezim Suriah yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil," tulis pernyataan tersebut.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help