Berita Banjarmasin

Sekdako Nonaktif Hamli Kursani Diperiksa, Seharusnya Pemeriksanya Setingkat "Komjen"

Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin non aktif Halmi Kursani akan menjalani tim Inspektoriat hari ini

Sekdako Nonaktif Hamli Kursani Diperiksa, Seharusnya Pemeriksanya Setingkat
banjamasinpost.co.id/edi nugroho
Hamli Kursani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin non aktif Halmi Kursani akan menjalani tim Inspektoriat, di Jl Pramuka Pal 6 kota setempat, pagi ini Senin (16/4/18) pukul 09:00 Wita.

Hamli yang selama ini menjabat sebagai Ketua majelis penjatuhan hukuman displin pegawai Kota ini Banjarmasin ini akan duduk sebagai terperiksa dengan oleh inspektoriat yang selama ini menjadi bawahanya.

"Saya dituduh melanggar interdipliner pegawai. Oke saya terima. Saya ini sekda difinitif adalah pangkat tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di Kota Banjarmasin. Kalau ibaratnya yang diperiksa itu jenderal, maka yang memeriksa mininal Komjend. Kalau yang memeriksa jabatannya di bawah saya, itu gimana," kata Sekda Banjarmasin non aktif, Senin (16/4/18).

Sebelumnya, Ketua Ombudsman Nurhalis Majid yang sudah menerima pengaduan resmi dari Sekda non aktif Hamli Kursani menyatakan menyatakan Ombudsman Kalsel juga akan berkonsultasi dengan Ombudsman pusat agar kasus Pak Hamli ini ditangani dengan benar. "Kita juga Pak Hamli untuk melengkapi KTP untuk bukti laporan," katanya.

Baca: Bukit Timah, Benteng Pertahanan Pejuang Kemerdekaan Kedua di Tanahlaut Setelah Gunung Bajuin

Dijelaskanya, ada hal yang harus dicermati dalam kasus Pak Hamli ini. Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menonaktifkan sekda agar Inspektoriat itu leluasa dalam melakukan tugasnya. Pejabat tertinggi dan pangkat tertinggi itu sekda.

"Sementara Kepala Inspektoriat itu kan masih di bawah sekda. Saat di jabatan di bawah sekda, maka agak sungkan memeriksa sekda yang jabatanya itu lebih tinggi," katanya.

Ditambahkanya, proses untuk menjadi sekda itu prosesnya sangat panjang. Semestinya ketika memberhentikan sementara itu tak melalui tahapan yang tidak sederhana. Jabatan sekda itu diperoleh melalui proses seleksi panjang dan tidak sederhana.

"Kami akan mengkonsultasikan ke Ombudsman Jakarta karena yang melaporkan dugaan mal adminitrasi levelnya seorang sekda," katanya.

Baca: Resmi Juara, Ini Kesamaan Guardiola dan Alex Ferguosn saat Pertama Kali Juarai Liga Inggris

Ombudsman Kalsel, sambungnya, akan meneliti mal adminitrasinya itu sejauh mana. Pemberhentian sementara itu sifatnya masih menggantung dan belum bisa dilihat sebagai keputusan hukum. "Untuk mediasi dengan wali koto dan sekda, nanti akan kita lihat prosesnya dulu," katanya.

Menurutnya, kasus pemberhentian sementara itu seorang sekda ini yang pertama di Ombudsman Kalsel. Dulu, Ombudsman Kalsel pernah menangani laporan seorang sekda yang diberhentikan oleh pimpinannya.
"Kasunya selesai sekda tersebut selesai setelah kita tangani," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved