B Focus Economic

Ketika Batu Bara Tak Lagi Menarik, Sektor Ini Mulai Dilirik

Di tengah berbagai pro dan kontra baik dari sisi perizinan, dampak terhadap lingkungan hingga kontribusi bagi perekonomian

Ketika Batu Bara Tak Lagi Menarik, Sektor Ini Mulai Dilirik
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah berbagai pro dan kontra baik dari sisi perizinan, dampak terhadap lingkungan hingga kontribusi bagi perekonomian masyarakat sekitar pertambangan, tak bisa dipungkiri bisnis batu bara di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih memiliki daya tarik luar biasa.

Topik ini pun menjadi bahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) hasil kerja sama Banjarmasin Post dengan Bank Mandiri yang bertema “Prospek Batu Bara Kalimantan Selatan Kini dan Masa Depan” di Best Western Kindai Hotel Banjarmasin, Senin (16/4).

Baca: Hukum Berpuasa Sebulan Penuh di Bulan Syakban Menurut Ustadz Somad

Hingga saat ini, industri batu bara masih menjadi tumpuan pertumbuhan perekonomian Kalsel, walaupun sempat merosot karena harga batu bara dunia terjun bebas dan mencapai titik nadir di 2015 silam.

Namun karena merupakan sumber daya alam tak terbarukan, masa depan komoditas ini pun disangsikan.

Baca: Video Gokil Polisi Kotabaru, Ada Adegan Tendang Botol Berisi Jin, Simak Videonya di Sini

Tak mau terlena dengan masih besarnya potensi batu bara di Kalsel, para stakeholder dan pihak terkait industri ini mulai berupaya melakukan antisipasi.

Saat ini Kalsel berlomba dengan waktu untuk menemukan dan memaksimalkan potensi ekonomi lainnya.

Baca: 12 Link Alternatif Pengumuman SNMPTN 2018 Pukul 17.00, Klik di Sini

Dijelaskan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yanuar Noor Rifai yang mewakili Gubernur Kalsel, walaupun mensyukuri pertumbuhan ekonomi yang ditopang kembali membaiknya industri batu bara, Pemprov Kalsel mulai gencar mempercepat pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Di antaranya sektor perdagangan dan jasa, industri pariwisata, pertanian dan pengolahan.

Selain itu pemerintah juga mendorong industrialisasi untuk menarik minat investor.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help