Pernikahan Din

Program Jitu DPPKB HSU Mencegah Pernikahan Dini Ini Patut Dicontoh

SEMPAT mencatatkan diri pada 2014 sebagai daerah paling banyak terjadi pernikahan dini di Kalsel, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)

Program Jitu DPPKB HSU Mencegah Pernikahan Dini Ini Patut Dicontoh
BPost Cetak
bpost

BANJAMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - SEMPAT mencatatkan diri pada 2014 sebagai daerah paling banyak terjadi pernikahan dini di Kalsel, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berhasil mengentaskan diri dan keluar dari lima besar kabupaten tertinggi tingkat pernikahan dini.

Program jitu apa yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) HSU?

Kata Anisah Rasyidah Wahid, Plt Kepala DPPKB sekaligus Ketua TP PKK HSU, pihaknya bekerjasama dengan para pemuda ikut menyuarakan menghindari pernikahan dini.

Baca: Beberapa Kejadian Penting yang Terjadi Pada Bulan Syakban, Peristiwa Berubahnya Arah Kiblat

Melalui program Generasi Berencana (Genre) para pemuda dari mahasiswa memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada mahasiswa, pelajar, karang taruna ke setiap Kecamatan.

“Dengan menunjukkan prestasi remaja, maka remaja lain terinspirasi agar tidak melakukan pernikahan dini. Berbagai akibat pernikahan dini juga dipaparkan secara jelas seperti berpotensi perceraian, ekonomi keluarga yang kurang, reproduksi wanita yang belum siap. Para anggota Genre sebagai penyambung lidah dari KB untuk memberikan pengertian secara lebih dekat kepada para remaja,” ungkapnya, Senin (16/4).

Baca: Hari Ini Telah Masuk Bulan Syakban, Ini Maknanya Secara Bahasa

Program Genre memiliki kegiatan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja, sebagai wadah bagi remaja yang ingin menyampaikan masalah atau curhat.

Para anggota Genre dibekali ilmu psikologi dasar sehingga bisa memberikan pilihan solusi dari permasalahan yang dihadapi remaja yang berkonsultasi.

Kata Anisah, pihaknya juga bekerjasama dengan penghulu dan KUA untuk tidak menikahkan remaja yang masih di bawah umur.

Baca: Viral! Video Gokil Polantas Polda Kalsel, Tampilkan Gaya Kekinian Siap Bertugas

“Dulu masih ada kepala desa mengganti tahun lahir warganya agar bisa menikah. Sekarang sudah tidak ada lagi, jika ketahuan akan dilakukan penindakan,” ucapnya.

Dengan berkurangnya angka pernikahan dini, sebut dia, juga akan menurunkan angka perceraian di HSU.

“Kami bekerjasama dengan seluruh pihak terkait seperti Dinas Pendidikan. Dengan meningkatnya kesadaran dalam pendidikan, maka pernikahan dini bisa semakin ditekan, aparat desa kecamatan, MUI dan tokoh masyarakat serta tokoh agama,” imbuhnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved